KETIK, MALANG – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Masjid Noor Kidul Pasar Kota Malang kembali menggelar tradisi tahunan mereka. Motor utamanya siapa lagi kalau bukan para pemuda setempat yang populer dengan sebutan "Black Embek".
Pada Rabu, 27 Mei 2026, mereka sukses menggelar arak-arakan hewan kurban yang meriah. Tradisi ini bukan sekadar simbol syiar keagamaan, tapi juga jadi bukti nyata kompaknya warga dalam bergotong royong menyambut hari penyembelihan.
Pada tahun ini, Masjid Noor Kidul Pasar menyembelih total 93 hewan kurban yang terdiri dari 87 ekor kambing dan 6 ekor sapi. Sembari mengumandangkan takbir tanpa henti, seluruh hewan kurban ini diarak melewati rute mulai dari kawasan Laksamana Martadinata, menuju Jalan Kyai Tamin, dan berakhir di Jalan Profesor Yamin.
Genap satu dekade menggelar arak-arakan, Black Embek menyuguhkan sesuatu yang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan Iduladha kali ini tidak cuma berisi kirab dan penyembelihan, tapi juga diramaikan oleh kehadiran bazar UMKM lokal, museum perjalanan 10 tahun Black Embek, pengibaran giant flag, hingga keseruan photobooth keren di area panggung.
"Tahun ini memperingati sepuluh tahunnya gerakan teman-teman Kidul Pasar ini. Dalam hal ini Black Embek. Itu berbeda dari tahun sebelumnya. Jadi tahun ini memang sedikit lebih meriah," ujar Eki selaku Koordinator Black Embek.
Baca Juga:
Ratusan Kambing Ramaikan Festival Qurban Runner Grissee 1K, Ajang Unik Dongkrak Peternak Lokal GresikAntusiasme warga pun pecah sejak garis start hingga finish. Masyarakat menyemut di pinggir jalan untuk menonton keseruan kirab, bahkan area penyembelihan pun penuh sesak oleh warga yang ingin menyaksikan prosesi dari dekat.
Peran anak muda memang jadi kunci utama lestarinya tradisi ini. Ahmad Zakariah selaku Ketua Yayasan Masjid Noor Kidul Pasar membeberkan fakta menarik bahwa tahun ini sekitar 60 persen hewan kurban disumbangkan oleh anak muda dengan ukuran yang terbilang jumbo.
"Ya hampir 60 persen kalau anak-anak itu, kalau yang tua ya sisanya itu. Yang beli kambing itu anak-anak muda yang usianya baru kerja-kerja ini yang dibeli pun harganya hampir semuanya Rp5 Juta ke atas," ungkapnya.
Lewat tangan kreatif anak muda, tradisi ini selalu tampil segar dan dinamis setiap tahunnya. Mereka tak segan menyumbang ide-ide kreatif untuk mengemas momen Iduladha jadi lebih menarik dan lebih dari sekadar prosesi penyembelihan biasa.
Baca Juga:
Momentum Iduladha 2026, Lapas Kelas I Malang Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban hingga ke Luar “Tembok”"Berkat anak-anak muda, saya sampaikan inovasinya, kreatifitasnya Itu anak muda semua. Kami yang tua-tua hanya merestui, mendampingi sepanjang itu kebaikan semuanya kita tetap enjoy oke," ujar Zakariah.
Kemeriahan ini juga menarik perhatian Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir dan menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk warga Kidul Pasar. Ia mengapresiasi kekompakan warga, khususnya para pemuda yang aktif sejak persiapan, kirab, penyembelihan, hingga distribusi daging. Menurutnya, ini adalah kearifan lokal unik yang harus terus dilestarikan.
"Ini adalah rangkaian tradisi kearifan lokal dari warga Kidul Pasar dalam rangka Hari Raya Idul Kurban, Iduladha dan ini adalah satu kearifan lokal, kenapa? Karena berbeda dengan kecamatan-kecamatan yang lain," tutur Wahyu Hidayat.
"Karena sebelum dipotong, depan kurban ini diarah dan dengan suka ria, seluruh warga kompak dengan seragam yang sama, yang tiap tahun selalu berbeda-beda kaosnya, dan ini adalah satu kearifan lokal dan tata cara pemotongannya pun ini juga menjadi satu percontohan,” ujarnya.
“Saya salut dengan kekompakan warganya, karena semua terlibat, terutama pemuda-pemudinya, semua terlibat, mulai dari persiapan, pemotongan, sampai dengan pembagian," pungkas Wahyu.(*)