KETIK, BANJARNEGARA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Senin, 17 November 2025.

‎Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memastikan hunian sementara bagi warga terdampak akan siap dalam tiga hari ke depan.

‎Longsor dengan diameter sekitar 100 meter itu merusak puluhan rumah dan membuat lebih dari 800 warga harus dievakuasi ke tempat pengungsian.

‎Total 886 warga kini berada di lokasi aman, sementara sekitar 30 rumah dilaporkan rusak berat. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih mencari 26 warga yang belum ditemukan.

‎Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas pemerintah.

Baca Juga:
Jateng Siapkan Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Brebes, Target Produksi 18 Persen Susu Nasional

‎“Hunian sementara sudah kita siapkan. Setelah itu baru hunian tetap, karena satu dusun terdampak. Ini bukan sekadar tempat tinggal, kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pekerjaan warga harus dipikirkan bersama,” ujarnya.

‎Ia juga meminta warga tidak kembali ke rumah karena kondisi tanah masih labil. Kajian sementara menunjukkan area longsoran masih berpotensi bergerak, sehingga pengungsi diminta tetap berada di zona aman.

‎Dalam kunjungannya, Gubernur turut memberikan dukungan moral kepada ratusan pengungsi serta menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam musibah tersebut.

‎“Kita doakan yang belum ditemukan agar segera diketemukan. Yang terpenting, semua warga harus berada di tempat aman,” katanya.

Baca Juga:
Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

‎Salah seorang warga, Etini, menangis haru saat menerima bantuan. Ia menceritakan detik-detik menyelamatkan diri saat longsor menerjang.

‎“Kami lari ke hutan terus akhirnya dievakuasi. Terima kasih Pak Gubernur,” ujarnya sambil berlinang air mata.

‎Operasi pencarian rencananya dilanjutkan esok pagi dengan pengerahan 500 personel dan pembagian sektor pencarian di RT 02 serta RT 03. BNPB, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan terus memperkuat pencarian serta memastikan pemenuhan layanan dasar bagi warga.

‎Sejak awal bencana, Pemprov Jawa Tengah telah menerapkan empat klaster penanganan: klaster pengungsian, klaster logistik, klaster kesehatan, dan klaster pendidikan. Gubernur menegaskan aktivitas belajar tetap berjalan meskipun anak-anak berada di pengungsian.

‎“Anak-anak tetap harus sekolah. Dinas Pendidikan sudah turun untuk memastikan kegiatan belajar tidak terhenti,” imbuhnya.(*)