KETIK, ACEH SINGKIL – Puluhan pelaku ekonomi kreatif Aceh Singkil mengikuti sosialisasi Aktif Native Advertising, Jumat, 6 November 2026, di aula Bappeda Desa Pulo Sarok, Singkil.
Peserta sosialisasi yang diundang umumnya para pelaku usaha kreatif sebagai upaya memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di tingkat Desa.
Acara ini merupakan kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif, tim ahli Komisi VII DPR RI, dan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Aceh Singkil.
Husnul Jamil, Tim ahli Komisi VII DPR RI, menyampaikan bahwa kegiatan ini gawenya Kementerian Ekonomi Kreatif, yang diusulkan Zulkarnaeni Ampon Bang, anggota Komisi VII DPR RI.
Keindahan alam Aceh Singkil, kata Husnul, perlu mendapat sokongan banyak pihak untuk pembangunannya.
Baca Juga:
Mualem Temui Presiden Prabowo, Bahas Kelanjutan Dana Otsus"Bila mengharapkan APBK Aceh Singkil saja dipastikan sulit untuk membangun, kami harapkan dukungan APBN juga," kata Husnul.
Di Aceh Singkil, sebut Husnul, banyak didapati potensi wisata yang potensial, seperti Pulau Banyak, Rawa Singkil, dan Objek wisata lainnya.
Ia meminta pemerintah pusat turun tangan membantu membangun lokasi wisata, juga tidak kalah pentingnya membantu memberi solusi dalam penanganan banjir yang senantiasa menimpa daerah ini.
Kepada seluruh konstitien, ia mengajak terus menjalin sinergisitas yang harmonis. "Kita akui memang selama ini di Aceh Singkil, kurang jalinan komunikasi, mari terus kita rajut komunikasi yang lebih intens lagi," ajaknya.
Baca Juga:
Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau Apresiasi Kapolri Usut Dugaan Penyadapan IlegalBupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, yang diwakili. Safrizal, Plt Kadis Perindagkop UKM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak Zulkarnaeni Ampon Bang, anggota Komisi VII DPR RI.
Menurutnya, kehadiran Ampon Bang ditengah-tengah masyarakat Aceh Singkil, dan pelaku usaha ekonomi kreatif merupakan suatu kehormatan besar mendorong kemajuan daerah.
Setiap Desa di Aceh Singkil, katanya memiliki kekayaan, dan keunggulan tersendiri. Ada potensi wisata, kuliner, kerajinan, dan budaya.
"Namun, semua potensi tidak akan berkembang optimal bila tidak dikenal luas. Karena itu promosi menjadi bagian penting memperkenalkan keunggulan," ucap Safrizal.
"Inilah pentingnya Native Advertising, strategi promosi menggunakan konten kreatif yang menarik, relevan, dan mampu membangun ketertarikan masyarakat," tegasnya.
Ia berharap peserta sosialisasi serius mengikuti guna menggali pengetahuan, tingkatkan keterampilan memanfaatkan konten kreatif, pesanya.
Rohana, perwakilan Dirjen Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu agenda prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif yang digelar langsung di Aceh Singkil, hari ini.
Ia pun menekankan pentingnya membangun pemahaman masyarakat tentang konsep Desa Kreatif, khususnya bagaimana pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dapat berdampak meningkatan taraf hidup ekonomi warga.(*)