KETIK, MALANG – Anggapan bahwa dunia pertanian hanya dikuasai generasi tua mulai dipatahkan. PT Winmar (Widji Nusantara Makmur) membuka peluang seluas-luasnya bagi siapa pun, khususnya anak muda, yang ingin mengembangkan potensi di sektor agrikultur melalui program kemitraan petani.
Hal tersebut disampaikan Manajer Marketing PT Winmar, H. Dedi Supomo, saat menghadiri kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Desa Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu fokus perusahaan agar sektor pertanian tetap berkembang di masa depan.
"Kami sangat terbuka untuk segala opportunity, terutama bagi anak-anak muda yang ingin mencoba bidang pertanian. Sekarang pertanian tidak hanya menjadi milik generasi lama, tetapi juga bisa menjadi peluang besar bagi generasi muda," ujarnya.
Dedi menjelaskan, hingga saat ini PT Winmar telah memiliki tiga program binaan kemitraan yang berjalan. Program tersebut bertujuan mendampingi petani mulai dari proses budidaya hingga pengembangan agribisnis sehingga hasil panen memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik.
Baca Juga:
Wamentan Sudaryono Hadiahkan Drone dan Traktor untuk Desa Pandanmulyo MalangPendampingan meliputi penerapan praktik budidaya yang baik, manajemen agribisnis, hingga perluasan akses jaringan pemasaran.
Ia menambahkan, syarat utama bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam program kemitraan tersebut cukup sederhana, yakni memiliki lahan yang dapat ditanami. Kesempatan itu terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang usia.
"Yang penting memiliki lahan dan semangat untuk belajar. Program ini terbuka untuk siapa saja, tidak hanya milenial, tetapi juga generasi lain yang ingin mengembangkan sektor pertanian," jelasnya.
Melalui kegiatan HKTI tersebut, Dedi berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara petani, kelompok tani, dan berbagai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Jawa Timur.
Baca Juga:
Gandeng Winmar, HKTI Siap Bawa Benih Jagung Lokal Tembus Pasar InternasionalMenurutnya, sinergi antarpelaku pertanian menjadi langkah penting untuk mempercepat regenerasi petani sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.(*)