KETIK, MALANG – Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendampingi kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat, 2 Oktober 2026. Pendampingan ini mendorong penguatan kapasitas orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan yang responsif terhadap kebutuhan dan perkembangan anak.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kelurahan Tunjungsekar tersebut mengusung tema “Memahami Anak, Mengelola Emosi dan Tumbuh Bersama Sejak Dini”. Kepala PSGAD UIN Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., hadir sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Aprilia mengajak para orang tua memahami perilaku anak tidak hanya dari apa yang tampak, tetapi juga dari kebutuhan dan emosi yang melatarbelakanWginya. Menurutnya, pengasuhan yang responsif membutuhkan kemampuan orang tua untuk mengenali tahap perkembangan anak, mengelola emosi diri, menetapkan batasan yang sehat, serta membangun komunikasi yang aman.
“Menjadi orang tua bukan berarti harus selalu memiliki jawaban yang sempurna. Yang penting adalah terus belajar memahami anak, belajar mengelola emosi diri, dan membangun hubungan yang membuat anak merasa aman untuk bercerita,” jelas Aprilia.
Kegiatan SOTH berlangsung secara interaktif melalui diskusi, refleksi, dan sesi tanya jawab. Para peserta diajak menghubungkan materi dengan pengalaman pengasuhan sehari-hari, mulai dari mendampingi anak usia dini hingga menghadapi berbagai dinamika ketika anak memasuki usia sekolah dan remaja.
Baca Juga:
Kajian Gender Synergy UIN Malang, Dr. Jamilah Ungkap 7 Akar Bias Gender di MasyarakatLurah Tunjungsekar, Waluyo Safari, S.E., M.M., menyambut positif kolaborasi antara Kelurahan Tunjungsekar dan PSGAD UIN Malang. Ia menilai peningkatan kapasitas orang tua merupakan bagian penting dalam menciptakan keluarga dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Pemerintah Kelurahan Tunjungsekar sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kami mengapresiasi kehadiran PSGAD UIN Malang yang telah berbagi pengetahuan dan mendampingi para orang tua. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak,” ujar Waluyo.
Selain mendampingi peserta, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi volunteer PSGAD UIN Malang, di antaranya Yenni dan Shiva. Keduanya terlibat dalam proses pendampingan, membangun komunikasi dengan peserta, serta membantu menciptakan suasana belajar yang aktif dan nyaman.
Baca Juga:
PSGAD UIN Malang Gelar Kajian Gender Synergy, Dorong Inklusi di Seluruh Rumpun KeilmuanYenni mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku akademik secara langsung di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berarti bagi kami sebagai volunteer. Kami belajar bahwa memahami anak tidak cukup hanya melalui teori, tetapi juga membutuhkan kemampuan mendengarkan, berkomunikasi, dan memahami pengalaman orang tua secara langsung,” ungkap Yenni.
Menurutnya, materi mengenai pengasuhan juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami berbagai dinamika keluarga sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan kehidupan di masa mendatang.
Melalui pendampingan SOTH ini, PSGAD UIN Malang bersama Kelurahan Tunjungsekar mendorong agar edukasi pengasuhan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas orang tua diharapkan dapat membantu membangun relasi yang hangat, aman, dan positif antara orang tua dan anak.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menciptakan lingkungan Kelurahan Tunjungsekar yang semakin mendukung tumbuh kembang dan pemenuhan hak anak.