KETIK, MALANG – Presiden RI Prabowo Subianto terhitung tiga kali menyapa HM Arum Sabil dalam forum panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang pada Jumat, 18 Juli 2026.
Pertama, saat Prabowo membacakan tamu undangan VIP. Dari deretan tamu yang disebut namanya, hanya Arum Sabil yang terlihat interaktif bahkan Prabowo melontarkan candaan.
Arum Sabil yang mengenakan capil koboi khasnya diminta langsung oleh Prabowo untuk dilepas. Prabowo kembali melempar candaan kepada Arum Sabil yang diikuti ketawa oleh seluruh tamu undangan.
Momen kedua terjadi saat Prabowo hendak menutup pidatonya. Arum Sabil yang sempat melepas capil koboinya dan diganti kopiah hitam ternyata menarik perhatian RI 1.
"Rum.. kenapa diganti kopiah? Mau jadi presiden seperti saya?" timpal Prabowo yang diikuti tepuk tangan peserta.
Baca Juga:
Wamentan Sudaryono Serahkan Alsintan untuk Petani Jatim, Dorong Pertanian Makin ModernTerakhir terjadi saat Prabowo turun podium dan menyapa tamu undangan lainnya, termasuk Arum Sabil. Keduanya tampak santai berbincang dan berjalan menuju stand pameran.
"Alhamdulillah tadi sempat berbincang dengan Pak Presiden. Kami saling bertanya kabar dan tentunya kami siap mendukung program-program pemerintah terutama ketahanan pangan," ujar Arum Sabil.
Forum tersebut seolah menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia Prabowo dengan Arum Sabil. Arum Sabil bukan orang baru di dunia pertanian dan perkebunan.
Di mata Prabowo, Arum Sabil merupakan tokoh perkebunan yang mendedikasikan diri kepada perjuangan petani tebu rakyat.
Baca Juga:
Puji Gaya Kepemimpinan Ketum DPN HKTI Sudaryono, Arum Sabil: Dari yang Kecil, Kita Bisa Menilai Pemimpin Bangsa ke DepanSaat Prabowo menjabat Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Arum Sabil masuk jajaran pengurus pusat sebagai Wakil Ketua Umum.
Saat ini, Arum Sabil dipercaya menjadi Ketua Umum DPD HKTI Jawa Timur di bawah komando Ketum Sudaryono yang juga Wakil Menteri Pertanian RI.
Arum Sabil adalah tokoh perkebunan yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan petani tebu rakyat.
Tokoh asal Jawa Timur itu pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Kini, Arum Sabil menjadi Ketua Dewan Pembina APTRI.
Arum Sabil lahir pada 20 Juni 1966 di Tanggul Jember. Besar dari keluarga sederhana tak mengkerdilkan cita-citanya terutama di bidang pendidikan.
Arum Sabil menyelesaikan Magister Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tahun 2025.
Arum Sabil juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur. Di bawah kepemimpinannya, Pramuka Jatim bergerak melesat dengan program unggulannya yaitu Pramuka Produktif, salah satunya mendukung ketahanan pangan nasional.
Di Jember, Arum Sabil memiliki kawasan terpadu yang disebut banyak orang seperti 'Istana Negara' karena design bangunannya menyerupai Istana Negara di Jakarta.
Kawasan puluhan hektar tersebut menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P3S) Taruna Bhumi. Lokasinya berada di Tanggul, Kabupaten Jember.
Di Jember Kota, Arum Sabil juga memiliki kawasan serupa yang diintegrasikan dengan nuansa pendidikan. Di sana dibangun Pelita Hati School, sekolah elit berstandar internasional.
Terbaru, Arum Sabil sedang membangun dan mengembangkan kawasan Green Farm di Banyuwangi.
Sama persis dengan di Jember, kawasan ini dibangun dengan konsep mirip Istana Negara. Gedung megah tersebut dikelilingi dengan hamparan jagung dan tebu serta peternakan yang menjadi laboratorium terintegrasi terbuka. (*)