KETIK, BANGKALAN
– Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Cup 2026 menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat persaudaraan para kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Bangkalan, Madura, dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan turnamen sepak bola tersebut.
Ketua Panitia PKDI Cup 2026, Moh. Wijdan, yang juga Kepala Desa Ketapang Daya, Kabupaten Sampang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda organisasi yang mengedepankan persaudaraan antarkepala desa.
Menurutnya, Bangkalan dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki fasilitas olahraga yang dinilai layak untuk menggelar pertandingan berskala nasional.
“Alhamdulillah, Bangkalan terpilih sebagai tuan rumah dari DPP PKDI. Salah satu alasannya untuk mengenalkan bahwa Madura, khususnya Bangkalan, memiliki stadion yang berkelas nasional,” kata Moh. Wijdan. Minggu 13 September 2026.
Ia menjelaskan, sepak bola dipilih bukan semata-mata karena faktor kompetisi. Olahraga tersebut dinilai menjadi sarana yang paling mudah menyatukan para kepala desa.
“PKDI ini satu organisasi yang di dalamnya kepala desa. Tujuannya hanya persaudaraan. Sebenarnya banyak olahraga lain, tetapi teman-teman lebih kompaknya di sepak bola,” ujarnya.
PKDI Cup 2026 diikuti kepala desa dari berbagai wilayah. Panitia mencatat peserta berasal dari sekitar 60 kabupaten, yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.
Selain memperebutkan gelar juara, turnamen ini juga menyediakan hadiah dengan total nilai yang cukup besar. Juara pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp250 juta, sedangkan juara kedua Rp150 juta, juara ketiga Rp60 juta, dan juara keempat Rp40 juta.
Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah Dorprize bagi peserta maupun penonton, di antaranya dua unit sepeda motor, sepeda listrik, kulkas, televisi, serta sejumlah hiburan hadiah lainnya.
Antusiasme masyarakat terhadap pertandingan juga terlihat dari jumlah kupon yang disiapkan panitia. Sebanyak 10 ribu kupon disediakan untuk kegiatan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Panitia PKDI Cup 2026, Saiful Ismail, yang juga Kepala Desa Karang Entang, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, berharap turnamen tersebut memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Madura.
“Harapannya pertama tentu untuk Madura semakin menggairahkan olahraga, khususnya sepak bola yang menjadi bagian dari olahraga rakyat,” kata Saiful.
Selain mendorong gairah olahraga, menurutnya, PKDI Cup juga memiliki tujuan yang lebih besar, yakni memperkuat hubungan antarkepala desa.
“Yang kedua tentu bagi kami, kepala desa semakin mempererat persaudaraan di antara kami, kepala desa se-Indonesia,” pungkasnya.
Dengan demikian, PKDI Cup 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi di lapangan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi para kepala desa untuk membangun kebersamaan dan memperkuat persaudaraan lintas daerah. (*)