Duel klasik akan tersaji di babak fase grup Piala AFF 2026, Indonesia versus Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin 3 Agustus 2026. Dalam lima kali pertemuan terakhir, Indonesia berhasil meraih tiga kali kemenangan, sedangkan Vietnam dua kali menang. Salah satunya adalah kemenangan telak Indonesia 3-0 di Hanoi. Duel klasik ini dipastikan akan berlangsung menarik, karena juga menentukan siapa yang bakal menjadi juara grup.
Secara peringkat FIFA, Indonesia masih kalah mentereng. Vietnam saat ini menempati peringkat 99 sedangkan Indonesia 118. Walaupun peringkat tersebut tidaklah terlalu berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Apalagi Risky Ridho bermain dihadapan pendukung fanatiknya. Pun demikian di lima kali pertemuan terakhir, Vietnam masih unggul secara peringkat FIFA. Faktanya Indonesia unggul dalam hal kemenangan.
Bentrok dua tim kandidat juara Piala AFF ini tidak hanya persoalan gengsi antar negara, Vietnam merupakan seteru abadi tidak hanya di sepak bola tapi juga di Cabang Olahraga (Cabor) lain. Selain itu, ada hal yang tak kalah menarik, kedua tim menurunkan beberapa pemain naturalisasi yang sekarang lagi digandrungi beberapa negara Asean lainnya.
Kemudian, kehadiran juru taktik Kim Sang-sik tentu akan menjadi perhatian serius John Herdman. Generasi pelatih asal Korsel tersebut sering membuat jalan terjal Skuad Garuda. Sebut saja sang profesor Park Hang-soe, selalu menjadi momok. Saat menangani Vietnam, Park belum pernah dipecundangi oleh pelatih Indonesia, apakah itu pelatih lokal atau manca negara.
Secara taktik, rata-rata pelatih asal Korsel lebih fokus pada kekuatan fisik dan kecepatan pemain. Namun ada satu hal yang sering dijadikan senjata pamungkas, yakni set piace, apakah itu melalui tendangan sudut atau tendangan bebas. Tak terkecuali kecepatan kedua sayapnya yang akan mengeksploitasi pertahanan Indonesia.
Baca Juga:
Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Satu Grup dengan MalaysiaTentunya John Herdman sudah punya ramuan khusus untuk meredam kecepatan pemain lawan termasuk set piece. Sangat mungkin Herdman akan menggunakan taktik tiki taka dengan sedikit menjaga kedalaman. Termasuk fleksibelitas taktinya yang selalu memberi ruang kepada anak asuhnya berposisi di mana saja, tergantung lawan yang akan dihadapi. Stok pemain berlimbah dengan asumsi bisa dimainkan diposisi manapun menjadi salah satu alternatif.
Herdman harus berani menerapkan taktik jitu dan tidak lagi taktik coba-coba, jika melihat permainan impresif Vietnam saat menggelontor tujuh gol ke gawang Timor Leste. Permainan atraktif kedua sayapnya perlu diwaspadai, pun demikian dengan set piece yang sering dijadikan senjata mematikan.
Secara tim, pemain tengah Indonesia bisa dibilang lebih unggul. Tom Haye menjadi ruh permainan dengan umpan-umpan terukurnya. Artinya, permainan cepat Vietnam bisa diredam dengan lebih banyak memainkan bola dari kaki ke kaki. Dengan catatan Risky Ridho dan koleganya tidak boleh sering pelanggaran apalagi di daerah pertahanannya sendiri.
Sebaliknya, Kim Sang-sik kemungkinan besar akan lebih menjaga kedalaman dan mengandalkan counter attac dan set piece. Permainan terbuka sangat mungkin akan dihindari Kim Sang-sik. Karena, target seri sudah cukup bagi anak asuhnya menyegel tiket lolos semi final. Khusus untuk bola-bola mati, eksekutornya cukup handal, apalagi dengan kehadiran pemain seiornya, Nguyen Quang Hai yang sudah malang melintang di Liga Jepang.
Baca Juga:
Profil Mitchell Baker, Bintang Baru Timnas Indonesia di Piala AFF 2026Pencapaian saat melawan Vietnam tentu akan menjadi salah satu tolak ukur Herdman untuk ke depannya, termasuk untuk menghadapi Piala Asia 2027. Jika saja meraih jelek dihadapan pendukungnya, tentu cukup beresiko terhadap kontra kerjanya bersama PSSI. Apalagi Erick Thohir menyebut lawan sesungguhnya di babak fase grup adalah Vietnam (*)
*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:
- Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
- Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
- Panjang naskah maksimal 800 kata
- Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
- Hak muat redaksi.(*)