KETIK, MALANG – Pemadaman listrik yang terjadi akhir-akhir memberikan dampak kepada sektor ekonomi, salah satunya adalah perhotelan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menanggapi persoalan pemadaman listrik, khawatir akan berimbas pada alat-alat operasional hotel serta kenaikan harga listrik.

Agoes Basoeki mengungkapkan bahwa sampai saat ini hotel masih relatif normal meski beberapa hari terjadi pemadaman karena semua hotel di Kota Malang telah menggunakan genset. Namun, jika pemadaman ini terus berlanjut, operasional hotel, seperti lift yang membutuhkan listrik akan terkendala. 

Ia juga mengatakan jika ketika akan melakukan pemadaman listrik, pihak PLN diminta untuk melakukan pemberitahuan lebih dahulu karena ini juga berpengaruh pada kenyamanan tamu ketika menginap di hotel. Selain itu, ketika listrik mendadak mati, ada beberapa alat yang sensitif dengan denyutan listrik.

"Kalau kadang-kadang mati mendadak itu ada perangkat yang sudah sensitif ya terhadap denyutan listrik. Kalau ke depannya ternyata masih sering pemadaman yang jelas, pasti ada permasalahan. Kalau sering pemadaman, permasalahannya ya itu tadi. Banyak alat-alat rusak," tutur Agoes Basoeki.

"Terus paling enggak, tamu bisa kaget kok mati, walaupun hanya berapa detik ya, karena pemindahan itu, kalau ada pemberitahuan, itu akan lebih enak," imbuhnya.

Baca Juga:
Gandeng ITN Malang, RW 13 Madyopuro Siapkan Tempat Ngecas Motor Listrik Gratis Berbasis PLTS

Agoes Basoeki juga menyampaikan, meski telah disiapkan genset, tetapi hotel juga telah membayar listrik. Sehingga, ketika menggunakan genset akan ada pengeluaran lebih untuk solar pada genset.

Tak hanya itu, Agoes Basoeki juga berharap agar pemadaman ini tidak memicu kenaikan harga listrik, karena jika hal tersebut terjadi, akan ada penyesuaian pada harga kamar hingga Food and Beverage hotel. Tentunya ini juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat. 

"Ya tentunya hotel nanti pasti akan menyesuaikan ya. Jadi kita menunggu. Ini harapannya jangan sampai terjadi lah karena nanti otomatis akan pengaruhnya ke daya beli nanti. Tentunya kita akan berhitung bahwa pengolahan kita yang berkaitan dengan harga jual pasti akan berpengaruh," ujar Agoes Basoeki.

Listrik yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sendiri dari PLN yang berasal dari bahan bakar fosil atau batu bara. Saat ini, Indonesia tengah kekurangan stok batu bara, padahal Indonesia adalah penghasil batu bara terbesar dunia. 

Baca Juga:
Gaet Gen Z, Ketua PDIP Kota Malang Amithya Gelar Turnamen Mobile Legends

"Tapi kan tidak heran itu Indonesia ekspor batu bara yang termasuk kelas dunia ya, tapi kenapa kalau sampai kurang-kurang? Apakah banyak batu barang dikirim ke luar atau gimana kita tidak tahu. Kenapa yang untuk internal sendiri kok ada masalah gitu," ucap Ketua PHRI Kota Malang tersebut.

Dalam hal ini, pemadaman listrik yang akhir-akhir kerap terjadi tentunya menjadi persoalan, hingga banyak sektor yang terkena dampaknya. Salah satunya industri perhotelan yang akhirnya ada pengeluaran lebih pada genset.(*)