KETIK, SURABAYA – Pemain Persebaya kembali berlatih usai menjalani laga pramusim melawan PSIS pada Minggu, 19 Juli 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Dalam latihan itu, mereka juga mendapatkan pendampingan dari pelatih fisik, Diogo Carvalho.

Ia memimpin latihan fisik Persebaya di Lapangan C Stadion GBT, Selasa, 21 Juli 2026. Selama latihan berlangsung, Diogo melakukan serangkaian evaluasi fisik menggunakan pendekatan berbasis data untuk melihat respons tubuh pemain setelah pertandingan.

Salah satu metode pengamatan yang dilakukan Diogo terhadap kondisi fisik pemain Bajul Ijo dengan Counter Movement Jump (CMJ) Test. Ini merupakan jenis tes yang berfungsi mengukur kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, hingga kesiapan pemain dalam menjalani program latihan berikutnya.

"Melalui tes ini, kami bisa mendapatkan data yang akurat mengenai kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, serta kesiapan pemain untuk menjalani latihan maupun pertandingan," katanya dikutip dari keterangan tertulis.

Hasil tes tersebut, kata pelatih asal Portugal ini akan dibandingkan dengan data dasar yang sebelumnya telah diambil oleh tim pelatih. Perbandingan ini akan terlihat bagaimana perubahan kondisi pemain setelah menjalani pertandingan.

Baca Juga:
Innalilah! Pentolan Bonek Andie Pecie Meninggal Dunia Hari Ini

"Kami memiliki data awal atau nilai acuan dari setiap pemain. Setelah itu, hasil tes akan dibandingkan dengan data tersebut untuk melihat perubahan kondisi fisik mereka. Dari sana kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera," imbuhnya.

Performance Coach DBL Academy, Muhammad Nur Rofik menambahkan, teknologi CMJ Test yang digunakan untuk mengukur fisik pemain ini diperlukan untuk melihat lebih rinci dibandingkan pengamatan secara visual.

"Melalui sistem VALD Performance, kami bisa memperoleh data yang cukup lengkap. Tidak hanya tinggi lompatan, tetapi juga peak power atau daya ledak maksimum yang dihasilkan pemain saat melakukan lompatan," ujarnya.

Lebih lanjut, CMJ Test dipilih karena dinilai relevan dengan karakteristik permainan sepak bola yang didominasi aktivitas anggota tubuh bagian bawah, seperti berlari, berakselerasi, melompat, hingga melakukan perubahan arah.

Baca Juga:
Yuran Fernandes Gabung Persebaya, Dikontrak Durasi Multiyear

"Dalam sepak bola, sebagian besar aktivitas fisik melibatkan anggota tubuh bagian bawah. Gerakan pada tes CMJ memiliki mekanisme yang cukup merepresentasikan tuntutan permainan, sehingga sangat relevan digunakan untuk mengukur kapasitas fisik pemain sepak bola," tandasnya. (*)