KETIK, SEMARANG – BAZNAS Kabupaten Bandung terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan jejaring kolaborasi antarlembaga pengelola zakat. Salah satunya melalui kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kota Semarang, Selasa, (15/9/2026).

Rombongan BAZNAS Kabupaten Bandung dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., bersama Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Abdul Rouf, M.Pd. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh seluruh jajaran Wakil Ketua BAZNAS Kota Semarang, didampingi Kepala Pelaksana Kantor serta para staf.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, terbuka, dan penuh semangat untuk saling berbagi pengalaman. Studi tiru tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua lembaga untuk bertukar gagasan mengenai tata kelola zakat, penguatan kelembagaan, penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan ZIS, serta berbagai inovasi pelayanan kepada muzaki dan mustahik.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A. menegaskan pentingnya memperkuat silaturahim antarsesama BAZNAS. Menurutnya, setiap BAZNAS daerah memiliki pengalaman, inovasi, dan keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.

“Silaturahim antarsesama BAZNAS harus terus diperkuat. Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling belajar, saling menguatkan, dan saling menginspirasi. Praktik baik di satu daerah dapat menjadi pelajaran berharga untuk dikembangkan di daerah lainnya,” ujar Yusuf Ali Tantowi.

Baca Juga:
Di Konfercam NU Rancaekek, Yusuf Ali Tantowi Bicara Kekuatan Berbagi

Ia menambahkan, studi tiru tidak boleh berhenti pada kunjungan kelembagaan semata, tetapi harus mampu menghasilkan gagasan baru yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung.

“Yang paling penting adalah bagaimana hasil silaturahim ini dapat melahirkan inovasi, memperkuat tata kelola, dan pada akhirnya semakin memperluas manfaat zakat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Abdul Rouf, M.Pd., menekankan bahwa silaturahim tidak hanya memiliki nilai kelembagaan, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang sangat kuat.

“Silaturahim merupakan jalan keberkahan. Dalam ajaran Islam, silaturahim menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya usia. Mudah-mudahan pertemuan ini bukan hanya memperkuat jejaring antarlembaga, tetapi juga membawa keberkahan bagi BAZNAS Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kota Semarang,” ungkap Abdul Rouf.

Baca Juga:
BAZNAS Kabupaten Bandung Pastikan Anak Korban Kebakaran Pacet Tetap Bisa Sekolah

Melalui studi tiru tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung optimistis dapat membawa pulang berbagai pengalaman dan praktik baik yang relevan untuk memperkuat pengelolaan ZIS di Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan BAZNAS tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Kolaborasi, keterbukaan, dan budaya saling belajar menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin profesional, amanah, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Bandung berharap silaturahim dengan BAZNAS Kota Semarang dapat terus berkembang menjadi kolaborasi produktif, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin kuat, inovatif, dan memberi manfaat luas bagi umat.(*)