KETIK, MALANG – Momentum hangat tercipta di Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) pada Rabu, 29 April 2026. Jajaran redaksi Ketik.com melakukan kunjungan silaturahmi yang tidak sekadar menjadi ajang temu muka, melainkan ruang dialektika untuk memperkuat kolaborasi antara pers dan dunia akademik.
Kehadiran tim Ketik.com yang diwakili oleh Aziz Mahrizal, Nurul Aliyah, dan Audrey disambut hangat oleh Kepala Sub Direktorat Humas dan Kerja Sama UM, Ifa Nursanti, didampingi Kepala Seksi Humas, Nike Virgawati Yuarko.
Dalam diskusi tersebut, Redaktur Ketik.com, Aziz Mahrizal, menggarisbawahi peran krusial pers sebagai media informasi yang edukatif. Menurutnya, kualitas sebuah produk jurnalistik berakar pada kredibilitas narasumber.
Ia menegaskan bahwa kampus adalah gudangnya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, perguruan tinggi merupakan referensi utama bagi jurnalis untuk memastikan informasi yang sampai ke publik memiliki landasan ilmiah yang kuat
Menanggapi hal tersebut, Ifa Nursanti menegaskan bahwa UM senantiasa membuka pintu bagi kolaborasi kreatif dengan media. Baginya, pers adalah mitra strategis dalam menyuarakan berbagai capaian prestasi serta inovasi yang lahir dari tangan civitas akademika UM.
Baca Juga:
Mutasi Jabatan ASN Kota Malang Segera Terapkan Sistem Manajemen TalentaIfa juga menekankan komitmen dalam menyediakan akses bagi rekan jurnalis untuk menjangkau para pakar dan akademisi UM. Harapannya, kepakaran mereka dapat memberikan pencerahan atas berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat
Lebih dari sekadar kemitraan teknis, kolaborasi ini dipandang sebagai upaya bersama dalam mencerdaskan generasi muda di tengah arus informasi yang kian deras. Kehadiran media menjadi poros penting untuk memotret perkembangan terkini kampus sekaligus menyajikannya sebagai konten yang bernilai guna.
Pertemuan ini menjadi penanda bahwa hubungan antara Universitas Negeri Malang dan Ketik.com bukan sekadar seremonial. Keduanya membawa misi besar membangun ekosistem informasi yang berkualitas, berkualitas secara intelektual, dan sebagai sarana edukasi publik. (*)