KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Kenduri Massal di Balai Desa setempat pada Kamis sore, 9 Juli 2026. Sejak siang, ratusan warga mulai berdatangan sambil membawa takir atau nasi kotak yang dibungkus tas plastik untuk nanti dikumpulkan di satu tempat.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan ketiga dalam rangka memperingati Bersih Desa Bukur, setelah sebelumnya diawali dengan ziarah makam leluhur/babad tanah Bukur serta khataman Al-Qur'an (Khotmil Qur'an).

Kegiatan religius dan sarat nilai budaya ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bukur, Juni, beserta jajaran perangkat desa. Turut hadir pula seluruh elemen lembaga desa, Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU), sesepuh desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta ratusan warga setempat yang memadati pendopo balai desa.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala Desa Bukur Juni menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara bersih desa ini. Ia juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga Desa Bukur yang telah guyub rukun mendukung jalannya pemerintahan desa.

"Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menjalankan roda pemerintahan terdapat kekurangan, karena kami hanyalah manusia biasa." ucap Kades Juni.

Baca Juga:
35 Peserta Ikuti Seleksi Perangkat Desa Jabalsari Tulungagung, Tentukan Dua Jabatan Baru

"Pintu kami selalu terbuka lebar untuk menerima kritik, saran, maupun masukan dari seluruh masyarakat demi kemajuan dan pembangunan Desa Bukur ke depan," tambahnya. 

Usai sambutan kades, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama. Lantunan doa tahlil ini dipanjatkan secara khusyuk untuk memberikan kiriman doa terbaik kepada para leluhur, para pendahulu, serta seluruh warga Desa Bukur yang telah tiada. Selain itu juga sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh warga yang masih ada.

Di sesi akhir acara, suasana kebersamaan semakin terasa kental saat digelarnya prosesi potong tumpeng. Acara ditutup dengan momen "morak berkat" atau makan bersama, di mana seluruh warga saling berbagi dan menikmati berkah makanan yang telah didoakan secara bersama-sama. (*)

Baca Juga:
Bersih Desa Ngranti Tulungagung Dimeriahkan Wayang Kulit "Wahyu Katentreman"