KETIK, JAKARTA – Akibat penjualan yang meleset dari ekspektasi, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) Tesla melakukan strategi dengan memangkas harga produknya. Laporan keuangan kuartal 1 2024 tunjukkan penjualan mereka turun 9%, performa terburuk sejak 2012.
Diketahui Tesla telah memangkas harga mobil listriknya senilai 2000 USD atau sekitar Rp 32,5 juta untuk masing-masing model.
Tesla menurunkan harga untuk varian dasar Model Y menjadi 42.990 dolar AS. Sementara sedangkan varian long range dan performance masing-masing 47.990 dolar AS dan 51.490 dolar AS.
Berdasarkan situs resminya versi dasar Model S sekarang berharga 72.990 dolar AS dan varian plaidnya 87.990 dolar AS. Varian dasar Model X sekarang berharga 77.990 dolar AS dan varian plaidnya dibanderol 92.900 dolar AS.
Menurut Arena EV, selain penurunan penjualan, laba bersih Tesla juga terjun bebas sebesar 55% menjadi $1.13 miliar. Melihat hal ini tentu saja Tesla tidak tinggal diam, di tengah kesulitan ini CEO Elon Musk memberi secercah harapan dalam panggilan pendapatan berikutnya.
Baca Juga:
Efisiensi Anggaran, Pemkot dan DPRD Kota Malang Belum Prioritaskan Mobil ListrikIa mengisyaratkan kemungkinan produksi mobil listrik baru yang ramah kantong pada akhir 2024.
Sebelumnya, rumor tentang model $25,000 (405 juta rupiah) sempat mencuat lalu menghilang, namun Musk membantah rumor penundaan tersebut.
Teknologi self-driving Tesla pun masih menjadi perdebatan. Sistem "Full Self-Driving" (FSD) yang mereka gembar-gemborkan terus disorot, baik dari segi kemampuan maupun nama yang dinilai menyesatkan.(*)