KETIK, MALANG – Simpatisan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Malang menggelar apel akbar dan senam bersama di depan Gedung DPRD Kota Malang, Sabtu 20 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, salah satu simpatisan menuding bahwa gelombang demonstrasi penolakan MBG yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan ulah dari buzzer.
Tudingan tersebut dilayangkan oleh salah satu penggagas aksi, Raden Djoni Sudjatmoko. Djoni menilai, permasalahan seputar MBG sebenarnya hanya terjadi di tingkat pusat dan saat ini telah diselesaikan oleh pemerintah.
"Tapi di lapangan, ini kan berjalan sudah sangat baik. Terus kenapa kok tuntutannya dihentikan. Ternyata itu banyak buzzer-buzzer di sana," ujarnya.
Tokoh pengusaha Malang ini juga menyayangkan penolakan dari kelompok mahasiswa. Menurut penilaiannya, kalangan civitas academica tidak turun langsung melihat fakta di lapangan dan hanya tergiring oleh opini yang disebar buzzer di media sosial.
Djoni mengklaim, mayoritas sekolah setuju program MBG tersebut. Oleh karena itu, ia mempertanyakan urgensi gerakan penolakan yang dimotori oleh mahasiswa.
Baca Juga:
Kota Malang Tembus 6 Terbaik PPA Awards 2026"Jadi kalau ditanya di sekolah-sekolah, 99 persen setuju dengan MBG ini. Tetapi kenapa justru yang banyak pemberitaannya penolakan dari kampus. Anak-anak di kampus ini kan tidak turun ke bawah. Hanya melihat buzzer-buzzer yang terus menyuarakan," katanya.
Melalui kegiatan yang dilakukan, para simpatisan ingin menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang setuju dengan program Prabowo Subianto itu.
"Oleh karena itu, kami tunjukkan, yang tadinya kami diam. Kami tunjukkan bahwa MBG ini yang menyukai itu lebih banyak lagi," tuturnya. (*)