KETIK, BATU – Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang pascakebakaran masih menunggu kepastian kondisi keamanan kawasan. UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo tengah melakukan asesmen lapangan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pendaki saat aktivitas pendakian kembali diizinkan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marani, mengatakan meskipun kebakaran telah berhasil dipadamkan, sejumlah titik di jalur pendakian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satu perhatian petugas adalah keberadaan pohon-pohon yang terbakar dan berpotensi tumbang ketika dilalui pendaki.
Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan penanganan terhadap pohon yang terdampak kebakaran. Petugas akan menilai apakah pohon-pohon tersebut perlu ditebang atau masih memungkinkan untuk dipertahankan.
"Kami khawatir kalau ada pendaki melintas, kemudian pohon yang sudah terbakar itu roboh. Apalagi ada satu pohon yang posisinya persis di samping jalur pendakian," jelas Tyas, sapaanya.
Baca Juga:
Disparta Kota Batu Gencarkan Sport Tourism, Dongkrak Kunjungan WisatawanSelain memeriksa kondisi pepohonan, asesmen juga mencakup stabilitas tanah di sejumlah bagian jalur pendakian. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan pergeseran tanah, terutama pada jalur yang memiliki kondisi lahan relatif sempit dan rawan mengalami perubahan struktur setelah kebakaran.
"Di jalur yang bagian ujung itu kondisinya kecil. Kalau dilewati dan ternyata tanahnya remah atau gembur, dikhawatirkan bisa bergeser ke bawah atau menjadi miring," ungkapnya.
Tyas menegaskan, seluruh hasil asesmen akan dihimpun terlebih dahulu sebelum menentukan langkah penanganan dan waktu pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan tingkat keamanan kawasan bagi para pendaki.
Sementara itu, UPT Tahura Raden Soerjo belum membuka layanan penjadwalan ulang atau reschedulependakian sejak kawasan Gunung Arjuno-Welirang ditutup akibat kebakaran pada 17 Oktober 2026.
Baca Juga:
Respons Keluhan, Pemkot Batu Evaluasi Akses Penyeberangan Pasar Among TaniMeski demikian, kuota pendakian nantinya tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni sebanyak 550 orang per hari yang dibagi melalui empat jalur pendakian di tiga wilayah.
Empat jalur tersebut meliputi Sumberbrantas di Kota Batu, Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan, serta Lawang di Kabupaten Malang. Rinciannya, kuota pendakian melalui Sumberbrantas sebanyak 200 orang, Tretes dan Tambaksari sebanyak 150 orang, serta Lawang sebanyak 50 orang per hari.(*)