KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mengimbau para perempuan usia produktif untuk segera memanfaatkan layanan pemeriksaan HPV gratis yang kini tersedia dengan teknologi medis modern.
Langkah deteksi dini ini dinilai sebagai investasi kesehatan jangka panjang, karena mampu mencegah kanker serviks sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan yang sangat besar dalam 5–10 tahun mendatang.
Kepala Puskesmas Bendan, dr Aswina Azis Michroza mengatakan bahwa pemeriksaan HPV cukup dilakukan setahun sekali, namun hasilnya dapat menentukan risiko perempuan hingga lima tahun ke depan.
“Deteksi dini jauh lebih murah dan efektif daripada mengobati kanker serviks stadium lanjut. Satu langkah pencegahan sekarang dapat menghemat biaya medis yang besar di masa depan,” katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa pemeriksaan HPV di puskesmas saat ini tidak lagi menggunakan metode standar sederhana, melainkan memakai teknologi precision medicine yang memberikan hasil jauh lebih presisi dan cepat.
Baca Juga:
Tragedi Perang Sarung, Pelajar 15 Tahun di Pekalongan Luka Parah Kena Sabet SajamAntara lain geolearning system, biologi molekuler HPV hingga analisis zionom guna menentukan apakah infeksi tergolong risiko rendah atau risiko tinggi terhadap kanker serviks.
Teknologi ini memungkinkan puskesmas memberikan diagnosis lebih cepat, tepat, dan terarah, sehingga perempuan yang berisiko tinggi dapat langsung mendapat penanganan.
Ia menerangkan jika hasil pemeriksaan menunjukkan risiko tinggi, pasien akan langsung diarahkan menjalani IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan krioterapi.
Imbauan ini diperkuat karena banyak kasus kanker serviks di Indonesia baru terdeteksi pada stadium tinggi, seperti grade 3B, di mana kemoterapi hanya membantu sementara tetapi tidak menyembuhkan.
Baca Juga:
Perjalanan KA Daop 8 Surabaya Berangsur Normal Pascabanjir PekalonganKanker juga memiliki karakteristik biologis yang kompleks sehingga dapat menghindari obat kemoterapi, berbeda dengan bakteri yang lebih mudah ditangani.
Melalui teknologi kesehatan yang semakin maju dan layanan gratis dari pemerintah, ia berharap perempuan usia produktif diajak untuk tidak menunda pemeriksaan HPV sebab pencegahan selalu lebih murah, lebih mudah, dan lebih efektif daripada pengobatan.(*)