KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan sekitar 50 armada kendaraan untuk mendukung operasional layanan Home Care atau perawatan kesehatan langsung di rumah pasien. Armada tersebut akan diserahkan kepada puskesmas sebagai bagian dari peluncuran program yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Balai Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Senin, 20 Juli 2026.

"Ada kurang lebih 50 armada yang akan kita serahkan kepada puskesmas dan akan dibentuk tim yang akan keliling-keliling," ujar Gus Fawait.

Ia menjelaskan, peluncuran layanan Home Care akan dipusatkan di Kecamatan Sumberbaru, salah satu wilayah yang berada cukup jauh dari rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember.

"Tanggal 24 (Juli) nanti di Kecamatan Sumberbaru. Salah satu kecamatan yang terjauh dari rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jember," tuturnya.

Baca Juga:
Gus Fawait: Penurunan Bunga PNM Mekaar Bisa Buka Peluang Pelaku Usaha Mikro

Menurut Gus Fawait, Home Care menjadi salah satu program prioritas Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, melengkapi program pengobatan gratis yang telah berjalan.

Ia mengatakan banyak masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu, masih mengalami kesulitan menjangkau puskesmas maupun rumah sakit. Karena itu, pemerintah memilih menghadirkan layanan kesehatan secara langsung ke rumah warga.

"Masyarakat yang tidak mampu itu punya kesulitan untuk ke puskesmas dan ke rumah sakit sehingga kita antar, jemput bola ya, jemput bola ke rumah-rumahnya," katanya.

Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan akan diterjunkan untuk mendukung operasional layanan tersebut. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan langsung di rumah pasien dengan dukungan dokter spesialis dan subspesialis melalui sistem telemedicine.

Baca Juga:
Jember Dipilih Jadi Tuan Rumah Festival Kementerian UMKM RI, Gus Fawait: Kehormatan bagi Daerah

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga akan menentukan apakah pasien cukup menjalani perawatan di rumah atau perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan. Obat-obatan yang dibutuhkan pasien juga akan diantarkan langsung apabila diperlukan.

"Nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa kan akan kita antar nanti obatnya," ujarnya.

Pemkab Jember memprioritaskan layanan Home Care bagi lansia, terutama yang hidup sebatang kara, penyandang disabilitas, anak-anak yang mengalami stunting, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.

"Kita identifikasi mulai dari lansia, terutama lansia sebatang kara. Kemudian saudara-saudara disabilitas. Anak-anak stunting dan beberapa kriteria-kriteria lain yang sudah kita identifikasi," tuturnya.

Gus Fawait juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan warga yang membutuhkan layanan Home Care agar seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani secara optimal. (*)