KETIK, MALANG – Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang membekali calon master of ceremony (MC) dan moderator Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan keterampilan public speaking dan tata sapaan. Pembinaan tersebut digelar Senin (10/8/2026) di Ruang Sy. 300 Fakultas Syariah.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB tersebut dipandu Sekretaris Unit Pengembangan Minat dan Bakat Fakultas Syariah, Rizka Amaliah, M.Pd. Pembinaan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan MC dan moderator PBAK yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan.
Pertemuan pertama telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya, sedangkan dua pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 18 dan 19 Agustus 2026.
Dalam pembinaan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar public speaking, mulai dari perbedaan karakter MC dan moderator, artikulasi, tempo berbicara, hingga penggunaan gestur saat membawakan acara.
Rizka menekankan bahwa seorang MC maupun moderator tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara, tetapi juga harus mampu membaca situasi dan menyesuaikan gaya pembawaan dengan karakter acara.
Baca Juga:
Tuntaskan S3 Sambil Mengasuh Pesantren dan Mengajar di UIN Malang, Begini Cara Kiai Rouf Bagi Waktu“Kalian harus peka terhadap situasi ketika mendapat tugas sebagai MC atau moderator. Perhatikan betul apakah agendanya protokoler, formal, atau nonformal,” ungkap Rizka.
Selain teknik public speaking, peserta juga dibekali pemahaman mengenai tata urutan sapaan dalam sebuah acara. Rizka menjelaskan bahwa ketepatan menyusun sapaan menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan dengan etika, penghormatan, dan tata protokol acara.
Dalam agenda internal yang melibatkan unsur kelembagaan UIN, misalnya, urutan sapaan perlu disusun secara struktural, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan dan jajaran, ketua serta sekretaris program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Ia juga mengingatkan peserta agar cermat dalam penggunaan kata sapaan, termasuk kata “terhormat”, serta memastikan ketepatan penyebutan nama, jabatan, dan gelar setiap tokoh yang hadir.
Baca Juga:
Gelar Pembubaran Panitia ICOLESS, Dekan Fakultas Syariah Apresiasi Kinerja Panitia dan Tekankan Penguatan Reputasi Lembaga“Kesalahan penyebutan nama dan gelar adalah hal yang sering terjadi. Namun, sebagai MC dan moderator profesional, kalian harus berlatih agar tidak terjadi kesalahan penyebutan nama tokoh maupun lembaga,” tegas Rizka.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Syariah UIN Maliki Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., mengapresiasi pembinaan tersebut. Menurutnya, kemampuan menjadi MC dan moderator merupakan bagian dari keterampilan komunikasi yang penting bagi mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun organisasi.
“Kami mengapresiasi pembinaan ini karena tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi MC dan moderator dalam PBAK, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika, dan profesionalitas. Keterampilan seperti ini akan sangat bermanfaat dalam berbagai kegiatan akademik, organisasi, maupun ketika mereka terjun di tengah masyarakat,” ujar Miftahul Huda.
Ia berharap pembinaan tersebut tidak berhenti pada persiapan PBAK, tetapi dapat menjadi ruang pengembangan minat dan bakat mahasiswa secara berkelanjutan.
“Mahasiswa perlu diberi ruang untuk berlatih dan tampil. Dari proses inilah keberanian, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan akan tumbuh,” tambahnya.
Pembinaan berlangsung secara intensif dengan melibatkan seluruh peserta dalam sesi praktik. Peserta berkesempatan berlatih secara langsung untuk menerapkan materi yang telah disampaikan, mulai dari teknik berbicara, pengaturan tempo dan artikulasi, penyusunan sapaan, hingga praktik membawakan acara sebagai MC maupun moderator.
Melalui pembinaan tersebut, Fakultas Syariah UIN Maliki Malang tidak hanya mempersiapkan kelancaran pelaksanaan PBAK, tetapi juga mendorong lahirnya mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi publik, percaya diri, beretika, dan siap tampil dalam berbagai ruang akademik maupun kemahasiswaan.