Hal itu terungkap saat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di proyek MPP yang terletak di perbukitan kapur Kecamatan Sampung Minggu (29/10)

 ‘’Saya ingin memastikan pada hari H sesuai kontrak, pekerjaan sudah selesai,’’ kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko.

Sugiri menambahkan progres pekerjaan fisik diperkiraan telah menyentuh 30 persen. Kang Bupati menyebut PT Widya Satria Surabaya selaku rekanan telah melalui tahapan paling rumit atau krusial dan memakan waktu. Yakni, pengecoran lantai dasar hingga balok bertingkat.

‘’Tinggal perakitan patung reog, targetnya akhir November sudah rampung,’’ terangnya.

Baca Juga:
Terkait Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Geledah Kantor Kontraktor di Surabaya

Patung Reog Ponorogo itu berbahan baku material beton berserat yang terpisah bagian per bagian sehingga menyerupai puzzle. Pembuatan detail patung yang membutuhkan waktu lama. Belum lagi, proses pengangkutan dari Surabaya ke lokasi.

 ‘’Kalau sudah tiba, tinggal pasang saja puzzle patungnya. Tidak serumit pengecoran lantai dasar sampai lantai atas seperti selama ini,’’ jelas Kang Bupati.

Bupati optimistis pekerjaan tahap pertama kelar pada akhir November mendatang. Pembangunan sarana dan prasarana pendukung bangunan 26 lantai MRMP bakal dilanjutkan pada 2024 mendatang.

Pekerjaan lanjutan itu meliputi pembangunan jalan menuju monumen, penerangan jalan umum (PJU), mekanikal dan elektrikal ( ME), taman, dan penataan permukiman sekitar MRMP.

Baca Juga:
Proyek Jalan Sleman Tiga Ruas Prioritas Melebihi Target, Rampung Akhir Tahun

‘’Itu dengan anggaran terpisah, mulai kita kerjakan 2024. Biar ekosistem wisata jalan, penduduk juga siap. Walaupun belum sempurna tapi bisa dipandang selesai’’ ungkapnya.

Seperti diketahui pembiayaan MRMP senilai Rp 76,6 miliar tak hanya bersumber dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Ponorogo. Melainkan juga mendapat sokongan dari APBD Jawa Timur sebesar Rp 30 miliar. Bahkan, proyek yang digagas oleh Bupati Sugiri Sancoko itu resmi masuk program strategis nasional (PSN) sehingga pembiayaan juga dapat berasal dari APBN. (*)