KETIK, BATU – Dinas Pendidikan Kota Batu melakukan pemantauan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di sejumlah SMP negeri untuk memastikan proses penerimaan siswa baru berlangsung transparan, berkeadilan, dan tanpa praktik yang memunculkan kesan adanya sekolah favorit.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, melakukan monitoring di beberapa sekolah, mulai dari SMP Negeri 6, SMP Negeri 2, SMP Negeri 1, hingga SMP Negeri 3 Kota Batu.
Monitoring tersebut bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran jalur prestasi akademik dan nonakademik yang berlangsung pada 8-9 Juni 2026.
Menurut Alfi, pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai petunjuk teknis serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan, transparan, dan mampu memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Baca Juga:
Persikoba Gagal Menang di Laga Perdana 32 Besar Liga 4, Arif Suyono Akui Tim TertekanIa menegaskan bahwa seluruh sekolah negeri di Kota Batu memiliki kualitas pendidikan yang sama baiknya. Karena itu, masyarakat diminta tidak lagi memandang adanya sekolah unggulan maupun sekolah yang dianggap kurang diminati.
“Masih ada anggapan di masyarakat bahwa terdapat sekolah favorit. Padahal kami tegaskan tidak ada sekolah yang diistimewakan ataupun dianggap pinggiran. Seluruh sekolah negeri di Kota Batu mendapatkan pembinaan yang sama dan terus didorong meningkatkan kualitasnya,” kata Alfi.
Pemerintah Kota Batu, lanjut dia, terus melakukan pemerataan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan pengawasan proses pembelajaran di seluruh sekolah negeri.
Karena itu, para orang tua diharapkan memilih sekolah berdasarkan kebutuhan anak dan ketentuan yang berlaku, bukan semata-mata dipengaruhi persepsi yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Baca Juga:
Mantan Kepala UPT Pasar Among Tani Ajukan Pensiun Dini, Pemkot Batu Tunggu KlarifikasiPada pelaksanaan SPMB tahun 2026, sembilan SMP negeri di Kota Batu menyediakan total kuota sebanyak 1.618 siswa baru yang tersebar dalam 51 rombongan belajar.
Kuota penerimaan tersebut terdiri atas jalur domisili sebesar 40 persen, jalur prestasi 35 persen, jalur afirmasi 20 persen, dan jalur mutasi sebanyak 5 persen.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Alfi menilai proses pendaftaran berlangsung lancar. Setiap sekolah menerapkan mekanisme verifikasi berkas secara terbuka, mulai dari pemeriksaan dokumen fisik hingga proses penginputan data ke dalam sistem pendaftaran daring.
“Ketika wali murid datang membawa berkas persyaratan, tim SPMB sekolah langsung melakukan verifikasi. Setelah itu proses input data ke aplikasi juga didampingi sehingga data yang masuk benar-benar sesuai dan valid,” jelasnya.
Selain melakukan pengawasan, Dinas Pendidikan Kota Batu juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran berlangsung. (*)