KETIK, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni mendampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat bersama anak jalanan calon peserta didik Sekolah Rakyat di Politeknik Penerbangan Indonesia, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada anak-anak calon peserta didik Sekolah Rakyat agar memiliki semangat belajar dan berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
Dalam sambutannya, Teddy Indra Wijaya menyoroti perjalanan hidup Andra Soni yang disebutnya berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurut Teddy, latar belakang tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Hadir di sini, di depan adik-adik semua, ada tokoh besar, tokoh pemimpin provinsi, salah satu provinsi besar di Indonesia. Penduduknya lebih dari 10 juta, sekarang 13 juta realnya. Gubernurnya Pak Andra Soni, yang dulunya berasal dari keluarga kurang mampu, hampir tidak sekolah sama sekali,” ujar Teddy.
Baca Juga:
Andra Soni Luncurkan Logo Baru Bank Banten, Ajak Masyarakat Perkuat Bank DaerahTeddy mengatakan, pengalaman hidup yang dimiliki Andra Soni dapat menjadi inspirasi bagi para calon peserta didik Sekolah Rakyat.
Ia mendorong anak-anak untuk tidak minder dengan kondisi yang mereka hadapi saat ini.
“Jadi insyaallah dengan adanya ini, adik-adik di sini bisa bermimpi besar, bercita-cita besar. Insyaallah kita tercapai,” katanya.
Menurut Teddy, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.
Pendidikan, kata Teddy, diharapkan dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk memperbaiki kehidupan mereka di masa depan.
Baca Juga:
KI Banten Dorong Dinas Pendidikan Beri Apresiasi kepada Sekolah yang Tegakkan Aturan SPMBBanten Dorong Penanganan Anak Putus Sekolah
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada Presiden melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atas perhatian terhadap persoalan pendidikan di Provinsi Banten.
Andra mengatakan Pemerintah Provinsi Banten terus mengajukan berbagai usulan untuk menangani persoalan anak putus sekolah.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan penting bagi Banten yang memiliki jumlah penduduk besar dan menjadi salah satu daerah penyangga Jakarta.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Pak Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Saya sampaikan kami di Provinsi Banten terus mengajukan usulan-usulan karena memang banyak angka putus sekolah di Provinsi Banten,” ujar Andra.
Ia menjelaskan, posisi Banten sebagai daerah penyangga dengan perkembangan kota yang sangat pesat turut menghadirkan tantangan dalam pemenuhan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Yang merupakan daerah penyangga, itu kota sangat besar. Oleh karena itu, dengan keberadaan Sekolah Rakyat ini, alhamdulillah banyak anak-anak kami yang sekarang tertampung dan memiliki semangat,” katanya.
Andra menilai keberadaan Sekolah Rakyat memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta didik.
Ia juga menyampaikan bahwa program tersebut telah menjangkau puluhan ribu anak dalam waktu yang relatif singkat.
“Saya mendengar saat ini sudah 43.000 anak-anak, dan ini suatu yang luar biasa dalam dua tahun kurang lebih,” ujarnya.
Pendidikan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan
Bagi Andra, pendidikan memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan. Pengalaman pribadinya yang pernah merasakan keterbatasan menjadi alasan kuat baginya untuk mendorong anak-anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik.
“Saya yakin dan percaya, dan saya pernah merasakan, bahwa salah satu cara kita keluar dari itu, salah satu cara kita keluar dari kemiskinan, salah satu cara kita keluar dari keterbatasan adalah pendidikan,” tegasnya.
Karena itu, Andra berharap program Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri, karakter, dan cita-cita.
Melalui pendidikan, ia meyakini anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki peluang yang sama untuk mengubah masa depan. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu jembatan agar anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan dapat kembali memperoleh haknya untuk belajar dan meraih cita-cita.(*)