KETIK, KEDIRI – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri-Madiun terus memperkuat kolaborasi dengan insan media melalui penyelenggaraan Financial Journalist Class Sesi 1 di Kantor Cabang BRI Kediri, Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan yang diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media di wilayah Kediri Raya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman wartawan mengenai sektor jasa keuangan, sehingga mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengatakan media memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Melalui pemahaman yang baik terhadap industri jasa keuangan, jurnalis diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar sekaligus membantu masyarakat terhindar dari berbagai modus kejahatan keuangan.
"Kegiatan ini sebagai ruang diskusi dan pembelajaran bagi insan pers agar semakin memahami perkembangan industri jasa keuangan. Harapannya, pemahaman tersebut dapat mendukung lahirnya pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat dalam konteks ekonomi dan jasa keuangan," ujar Ismirani.
Baca Juga:
Kado Hari Jadi ke-1147, Kota Kediri Raih Terbaik III Indeks Perlindungan Anak Tingkat Jawa TimurMenurut Pembina FKIJK Komisariat Kediri-Madiun tersebut, pemberitaan yang berkualitas juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk dan layanan keuangan yang legal, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga berbagai bentuk penipuan digital.
"Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat serta penggunaan produk keuangan yang aman dan legal," tambahnya.
Dalam sesi perdana Financial Journalist Class, peserta memperoleh materi dari sejumlah anggota FKIJK, salah satunya Kantor Pegadaian Cabang Kediri.
Materi yang disampaikan mencakup perkembangan industri jasa keuangan, perlindungan konsumen, hingga fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam investasi emas digital.
Baca Juga:
Serap Aspirasi Warga Lereng Gunung Kelud Kediri, Cak Hadi Siap Kawal Aspirasi hingga Tingkat PusatBerdasarkan paparan Pegadaian Cabang Kediri, minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan berbasis emas di wilayah Kediri dan sekitarnya mencapai Rp50,40 miliar atau naik Rp2,96 miliar dibandingkan posisi akhir tahun 2025, atau tumbuh sekitar 6,25 persen.
Meski demikian, pemahaman masyarakat mengenai investasi emas sebagai instrumen investasi jangka panjang dinilai masih perlu ditingkatkan.
"Untuk itu kami berharap lewat pemberitaan-pemberitaan edukatif dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga tidak terpengaruh fenomena FOMO dalam berinvestasi, termasuk investasi emas," jelasnya.
Sementara itu, Head Bank Mandiri Kediri selaku Ketua FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Arie Kusuma, berharap Financial Journalist Class dapat menjadi agenda rutin guna mempererat sinergi antara industri jasa keuangan dan media.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan tema-tema yang relevan. FKIJK berkomitmen menjadi jembatan antara rekan-rekan jurnalis dan LJK agar informasi mengenai produk, layanan, inovasi, serta kontribusi industri jasa keuangan kepada masyarakat dapat tersampaikan secara lebih luas dan akurat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Area Head BRI Kediri sekaligus Koordinator Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Irfan Setiawan Yunahar.
Ia menegaskan BRI mendukung penyelenggaraan Financial Journalist Class sebagai ruang kolaborasi yang produktif antara industri jasa keuangan dan insan pers.
"BRI menyambut baik penyelenggaraan Financial Journalist Class dan siap mendukung kegiatan serupa secara berkelanjutan. Kami berharap forum ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif antara industri jasa keuangan dan media dalam menyampaikan informasi yang kredibel, edukatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.(*)