KETIK, BANDUNG – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat (OJK Jabar)mendorong industri perbankan memperluas akses layanan keuangan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia atau BISINDO bagi petugas pelayanan bank.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan pelatihan BISINDO bagi frontliner perbankan merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses produk dan layanan jasa keuangan.
“Hari ini kita menutup pelatihan BISINDO bagi pegawai frontliner bank umum di Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan agar pegawai tidak hanya menguasai keterampilan baru, melainkan menjadi duta inklusi yang membuka pintu layanan keuangan lebih lebar bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Visi kami jelas: no one left behind,” kata Darwisman dalam penutupan pelatihan BISINDO di Auditorium Bandung Creative Hub, Senin, 18 Mei 2026.
Darwisman mengatakan OJK Jawa Barat juga mendorong industri perbankan mengadopsi Pedoman SETARA sebagai standar pelayanan keuangan yang ramah disabilitas. Menurut dia, layanan keuangan yang inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab regulator, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dan komunitas masyarakat.
Pelatihan BISINDO berlangsung sejak 13 April 2026 dan diikuti 40 frontliner dari 33 instansi perbankan. Pelatihan ini melibatkan Guru Teman Tuli dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia atau Gerkatin. Materi pelatihan disusun secara kontekstual agar sesuai dengan kebutuhan komunikasi nasabah penyandang disabilitas.
Baca Juga:
Dilaporkan ke Dewas, Pimpinan KPK Diultimatum 14 Hari agar Tahan Anggota DPR Tersangka CSR BIKegiatan tersebut merupakan bagian dari program DIA KITA atau Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta. Program ini menjadi salah satu inisiatif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Kota Bandung untuk memperluas akses keuangan bagi seluruh kelompok masyarakat.
Penutupan pelatihan BISINDO juga sekaligus menandai dimulainya Bulan Literasi Keuangan 2026 di Jawa Barat. Kick-off BLK 2026 ditandai dengan penabuhan kendang secara simbolis serta penyerahan flyer literasi keuangan dalam format huruf braille yang dilengkapi barcode menuju audiobook bagi penyandang disabilitas netra.
Rangkaian BLK 2026 akan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026. Kegiatannya meliputi edukasi keuangan, sosialisasi pencegahan pinjaman online ilegal, kampanye perlindungan konsumen, hingga penganugerahan Financial Literacy Award.
Wali Kota Bandung yang diwakili Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung Dicky Wishnumulya mengapresiasi kolaborasi OJK, pemerintah daerah, industri perbankan, dan komunitas disabilitas dalam program tersebut.
Baca Juga:
Momen Harkitnas 2026, 11 Difabel Kabupaten Malang Dapat SIM D Gratis“Program DIA KITA adalah bukti nyata bahwa inklusi keuangan bukan sekadar jargon, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama. Kami berharap frontliners yang telah dilatih BISINDO dapat segera mempraktikkan keterampilan ini di tempat kerja masing-masing, sehingga layanan perbankan di Bandung semakin ramah bagi penyandang disabilitas,” kata Dicky.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 150 peserta dari unsur perbankan, komunitas disabilitas, dan pemerintah daerah. OJK Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan keuangan di Jawa Barat tumbuh lebih aman, inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberdayakan seluruh lapisan masyarakat.(*)