KETIK, PANDEGLANG – Kafe terus bermunculan di Kabupaten Pandeglang. Tak hanya disukai anak muda, kafe kini juga jadi pilihan keluarga dan pekerja untuk bersantai sambil menikmati kopi.
Salah satu rekomendasi kafe yang baru hadir adalah Kafe Sanemah yang berlokasi di Jalan Letnan Bolang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Kafe ini baru dibuka beberapa minggu lalu dan masih dalam tahap uji coba hingga akhir bulan.
Sanemah hadir dengan konsep berbeda. Pengunjung dibuat seolah-olah sedang bertamu ke rumah teman sendiri.
"Kami ingin suasananya seperti di ruang tamu. Jadi, ketika datang, pengunjung kami biasakan melepas sepatu atau sandal agar suasananya lebih santai," ungkap Taufik, pengelola kafe tersebut.
Nama Sanemah diambil dari seorang anak di Baduy Dalam, Kampung Cibeo, yang dikenal Taufik saat berkunjung ke sana. Sementara itu, warna marun pada interior kafe terinspirasi dari warna lipstik khas perempuan Baduy.
Baca Juga:
Ketua Umum PSHT Ajak Warga Kembali Nyawiji Lewat Halalbihalal di BlitarSanemah memiliki banyak spot foto dan ruang nostalgia. Ada tema kartun era 1990-an, alat musik lawas, hingga mural tokoh dunia seperti Soekarno, Mahatma Gandhi, dan Che Guevara.
"Kami ingin kafe ini menjadi ruang ekspresi dan nostalgia sehingga pengunjung dapat mengenang kembali masa kecil mereka," ujar Taufik.
Kafe ini berfokus pada sajian kopi. Menu andalannya, Es Kopi Sanemah, memadukan rasa creamy dan manis secara seimbang sehingga cocok untuk berbagai kalangan.
"Kami ingin rasa kopinya seimbang, tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit," jelasnya.
Selain itu, tersedia pula Americano, manual brew, dan kopi hitam. Untuk makanan, Sanemah masih menyesuaikan dengan selera pasar. Harga minuman dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp28 ribu.
Taufik berencana menggunakan kopi Gunung Karang sebagai bahan utama racikan mereka.
"Kopi Pandeglang sebenarnya memiliki kualitas yang baik, hanya saja belum banyak dikenal. Ke depan, kami ingin mengangkat kopi Gunung Karang agar semakin dikenal masyarakat luas," katanya.
Taufik berharap kehadiran Sanemah dapat memperkuat ekosistem kopi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Harapannya, masyarakat Pandeglang semakin bangga untuk nongkrong dan menikmati kopi di daerah sendiri. Semakin banyak kafe yang hadir, pasar kopi lokal juga akan semakin terbentuk," tutupnya.