KETIK, GRESIK – Kreativitas dan keterampilan siswa di bidang otomotif ditampilkan dalam kegiatan Motor Contest yang digelar di SMK YPI Darussalam 1 Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat, kreativitas, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam memodifikasi sepeda motor.

Beragam sepeda motor dengan konsep modifikasi berbeda ditampilkan dalam ajang tersebut. Para peserta tidak hanya memperhatikan tampilan kendaraan, tetapi juga mengedepankan unsur kerapian, kreativitas, serta kesesuaian konsep modifikasi.

Kategori Motor Contest yang dilombakan adalah Street Racing, Restorasi Fashion, CB/GL Daily Use, Sunmori Style, Restorasi Original, Pelajar, dan Gastrack (Ngarit). Dari masing-masing kategori ini nanti diambil Juara 1, 2, 3 serta Harapan 1 dan 2.

Kepala Sekolah SMK YPI Darussalam 1 Cerme, Abdul Hanan, mengatakan bahwa kegiatan Motor Contest dapat terus dikembangkan sebagai agenda positif bagi siswa. 

Baca Juga:
Tembus Lima Besar Jatim, Siswa MI At-Taqwa Bondowoso Bidik Prestasi Nasional di OSN 2026

"Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk semakin tertarik terhadap dunia otomotif dan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja," ujarnya. 

Motor Contest ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, khususnya mereka yang menekuni bidang otomotif. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan praktik yang telah diperoleh selama mengikuti pembelajaran di sekolah.

"Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut turut mempererat hubungan antarsiswa dan memberikan pengalaman baru dalam mengelola serta mengikuti sebuah kegiatan otomotif," katanya. 

Pemenang Motor Contest SMK YPI Darussalam 1 Cerme (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan 6 Fasilitas di SMA Taruna Nala Malang, Salah Satunya Monumen Kapal Samudera Pratama

Salah satu Dewan Juri Motor Contest, Mustafiq, menyampaikan bahwa penilaian lomba ini berdasarkan beberapa aspek tertentu disesuaikan dengan masing-masing kategori. 

"Kesulitan pengerjaan, penataan aksesoris, painting (cat), dan kebersihan engine (mesin) hingga aksesoris. Di kategori pelajar juga diliat kesesuaiannya sesuai dengan dana pelajar," jelasnya. 

Mustafiq juga memberikan catatan mengenai beberapa hasil modifikasi di motor contest yang finishing terakhir kurang rapi pengerjaannya. 

"Contohnya aksesoris dan painting sudah bagus. Di akhir pengerjaan, seperti fungsi rem dan kopling kurang memenuhi standar safety riding. Sehingga hal itu mengurangi penilaian," ungkapnya. 

Sementara itu, Siswi SMK YPI Darussalam 1 Cerme, Intan Alindiya Wardhani, mengikuti motor contest ini karena sudah menjadi hobi sejak SMP. 

"Saya mengikuti motor contest ini karena hobi. Bahkan saya ikut kelas street racing juga di sekolah. Butuh waktu 2 tahun untuk persiapan mengikuti motor contest ini," bebernya. 

Intan berharap dengan mengikuti motor contest ini, kedepannya bisa meningkatkan bagaimana memodifikasi motor yang lebih baik lagi. 

"Harapannya ya semoga dengan ikut lomba ini, kedepannya bisa lebih maju dan berkembang dalam hobi saya modifikasi sepeda motor ini," pungkasnya. 

Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan pengunjung yang menyaksikan berbagai karya modifikasi sepeda motor.

Motor Contest SMK YPI Darussalam 1 Cerme pun menjadi salah satu bentuk nyata bahwa dunia pendidikan kejuruan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berkarya dan berinovasi.(*)