KETIK, PEKANBARU – Misi Dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini memasuki periode kelima. Kali ini, Provinsi Riau menjadi sasaran untuk saling bertukar potensi perdagangan demi memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru pada Rabu, 8 Juli 2026.
Tak main-main, catatan transaksional kedua provinsi tersebut menghasilkan nilai yang mencapai Rp1.066.031.400.000. Nilai komitmen transaksi tersebut terdiri atas penjualan Jawa Timur sebesar Rp704.881.400.000 dan pembelian dari Provinsi Riau sebesar Rp361.150.000.000.
Lantas apa saja komoditas unggulan yang dipasarkan Jawa Timur? Pertama adalah olahan daging unggas dan sapi, susu, daging unggas, kambing/domba, DOC, rokok, beras, cabe, bawang merah, bawang putih, pakan ikan, pakan udang, benur dan pupuk.
Selain itu, juga ada bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, sambal, bumbu dapur, aneka seafood, mesin vacum frying, sarden kaleng, gula merah dan teh curah.
Baca Juga:
Kinerja Ekonomi Jatim Lampaui Pertumbuhan Nasional! Tunjukkan Tren Positif, Triwulan I/2026 Tumbuh 5,96 PersenSedangkan, Jawa Timur memperoleh berbagai komoditas strategis dari Provinsi Riau, yakni meliputi udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp dan sirip taripang kering.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pola perdagangan tersebut menunjukkan hubungan ekonomi kedua provinsi yang saling melengkapi. Jawa Timur memasok berbagai komoditas pangan dan hasil industri, sedangkan Riau menjadi pemasok sejumlah bahan baku strategis yang dibutuhkan industri di Jawa Timur.
Kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi. Yang mana hampir 99 persen kebutuhannya dipasok dari Provinsi Riau.
*Karena itu secara perdagangan kami memang masih mengalami defisit terhadap Riau. Namun, kondisi ini justru menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya peluang untuk terus memperluas perdagangan dua arah yang semakin seimbang," jelasnya.
Baca Juga:
Misi Dagang Rutin Dilakukan Pemprov Jatim! Ternyata ini Alasan Gubernur Khofifah dan Besarnya Manfaat Perkuat Fondasi EkonomiBerdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun.
Khusus dengan Provinsi Riau, nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp9,43 triliun, terdiri atas pembelian Jawa Timur dari Riau sebesar Rp9,17 triliun dan penjualan Jawa Timur ke Riau sebesar Rp257,36 miliar, sehingga neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Riau masih mengalami defisit Rp8,91 triliun.
"Kondisi ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi Jawa Timur dan Riau sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang," katanya.
"Melalui Misi Dagang ini, kita ingin memperkuat sinergi perdagangan, membuka peluang investasi, dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan," tambah Gubernur Khofifah. (*)