KETIK, SURABAYA – Seorang pria sedang dipantau buaya saat memancing di Kali (Sungai) Jagir Surabaya. Kejadian ini viral dan mendapatkan banyak komentar dari warganet.

Video ini diketahui diunggah oleh akun Instagram @surabayaterkini.official. Di dalam video itu, terlihat seseorang memberikan peringatan kepada seorang pemancing untuk segera menghentikan aktivitasnya karena ada seekor buaya yang tak jauh dari posisinya.

"Enten bajul iku isore njenengan. Niku bajul isore jenengan (Ada buaya di bawah kamu. Itu buaya di bawah kamu)," ujar perekam video, dikutip Senin, 13 Juli 2026.

Video ini mendapatkan respons dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD, Arief Sunandar membenarkan adanya penampakan buaya di kawasan Pintu Air Jagir.

Ia menjelaskan, timnya telah terjun ke lokasi untuk melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari masyarakat. Ia menambahkan, buaya muncul di kawasan itu bukan hanya kali ini saja.

Baca Juga:
Akhiri Ketidakpastian, Ribuan Warga Ijen Bondowoso Segera Kantongi Legalitas Tanah

Arief mengatakan, buaya sempat beberapa kali muncul. Tepatnya mereka mendapatkan dua kali laporan dalam dua bulan terakhir, masyarakat melihat penampakan buaya di aliran Sungai Kali Jagir.

"Beberapa minggu yang lalu, tepatnya bulan lalu (Juni) sudah da laporan (penampakan buaya di titik yang sama) masuk ke kami," katanya.

Sebelumnya, BPBD Kota Surabaya juga menerima laporan penampakan buaya di Jembatan Nginden, 7 Juni 2026. Ia mengungkapkan, berdasarkan pantauan, buaya itu jenis buaya muara. Reptil itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 1,5 hingga 2 meter. "Tapi memang jaraknya kan jauh, jadi kami kira-kira," ungkapnya.

Arief menduga, buaya muncul di Kali Jagir sama dengan yang sebelumnya dilaporkan warga pada bulan lalu.

Baca Juga:
Persebaya Jadikan Piala Presiden Jadi Ajang Pemanasan Sebelum Kompetisi Bergulir

"Kami juga konsultasi ke teman-teman BKSDA. Itu memang ekosistemnya di situ, mulai Sungai Kali Jagir, yakni di pintu air sampai muara sana di Wonorejo," jelasnya.

Usai menerima laporan, pihak BPBD Kota Surabaya tidak melakukan penangkapan. Selain karena habitatnya, wilayah Sungai Kali Jagir juga cukup lebar dan berarus deras.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya memasang papan imbauan di Jembatan Nginden. 

"Jadi kalau yang di Nginden sudah lama. Kalau yang di Jagir ini baru-baru ini muncul di situ," katanya. (*)