KETIK, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bandung yang dinilai menjadi salah satu daerah paling siap merealisasikan Program Sekolah Rakyat, program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.
Apresiasi tersebut disampaikan Mensos Gus Ipull usai rapat koordinasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
"Saya berterima kasih kepada Bupati Bandung yang turut aktif merealisasikan program strategis Bapak Presiden melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kabupaten Bandung termasuk daerah yang telah menyiapkan lahan sehingga pembangunan sekolah permanen bisa segera dilaksanakan," kata Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
"Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Setelah anaknya lulus, orang tuanya diharapkan ikut naik kelas secara sosial dan ekonomi. Itulah tujuan utama Sekolah Rakyat," ujarnya.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Tnjau Sekolah Rakyat Terpadu Sampang, KBM Dimulai 31 JuliProgram tersebut mengintegrasikan pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan keluarga. Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama, mengikuti pendidikan formal, serta mendapatkan pembinaan karakter selama 24 jam.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan Pemerintah Kabupaten Bandung telah merintis rencana pembangunan Sekolah Rakyat sejak dua tahun lalu. Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat, Pemkab Bandung telah menyiapkan lahan seluas 7,6 hektare di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey.
"Alhamdulillah, prosesnya sudah kami rintis sejak dua tahun lalu. Lahan seluas 7,6 hektare sudah kami siapkan dan insyaallah pembangunan gedung permanen akan dimulai oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada Oktober 2026," ujar Bupati yang akrab disapa KDS.
Gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung dirancang mampu menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain ruang belajar, kawasan tersebut akan dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, sarana ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga:
Bupati KDS: Jangan Biarkan HP Gantikan Peran Orang Tua Didik AnakKDS berharap kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Sekolah ini menjadi harapan baru bagi keluarga yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan. Mudah-mudahan menjadi warisan terbaik pemerintah untuk mengangkat derajat keluarga-keluarga yang paling tidak mampu melalui pendidikan," kata KDS.
Pemerintah pusat sebelumnya menetapkan Kabupaten Bandung sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan dukungan lahan dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Nilai investasi pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar, mencakup ruang belajar, asrama, serta berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Program ini diharapkan menjadi model integrasi antara pendidikan dan pengentasan kemiskinan di daerah.(*)