KETIK, JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono optimistis koperasi kembali menjadi kekuatan ekonomi nasional melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, Indonesia memiliki rekam jejak koperasi yang pernah berkembang pesat, seperti Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) dan Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin).
Hal itu disampaikan Ferry dalam diskusi yang digelar Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Ferry menilai, peran koperasi mulai melemah setelah krisis ekonomi pada akhir 1990-an. Ia menyebut kebijakan yang lahir dari Letter of Intent (LoI) dengan International Monetary Fund (IMF) membuat mekanisme pasar semakin dominan sehingga pelaku usaha besar tumbuh lebih cepat, sedangkan koperasi dan usaha kecil tertinggal.
Pemerintah kini berupaya mengembalikan koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Melalui KDKMP, koperasi diharapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa sekaligus memperpendek rantai distribusi berbagai kebutuhan pokok dan barang bersubsidi.
Ferry mengungkapkan pembangunan KDKMP terus berjalan. Hingga kini, hampir 19 ribu unit telah rampung sepenuhnya dan pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu unit selesai pada Agustus mendatang.
Baca Juga:
Diskusi Bareng SAJID, Menkop Usul Wartawan Punya Wadah Koperasi JurnalisSelain itu, pemerintah sedang memfinalisasi Peraturan Presiden sebagai dasar operasional KDKMP. Nantinya, koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat penyaluran LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, hingga berbagai program bantuan sosial.
Menurut Ferry, skema tersebut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sehingga penyaluran barang bersubsidi menjadi lebih efisien, harga lebih terjangkau, dan pasokan lebih terjamin bagi masyarakat. (*)