KETIK, SURABAYA – Selama 11 bulan, Sekolah Rakyat (SR) rintisan telah dilalui. Di Kota Surabaya, ratusan anak berstatus sebagai siswa SRMA 21 mulai jenjang sekolah dasar, menengah pertama hingga menengah atas. Dalam masa pembelajaran 2025/2026, para siswa maupun tenaga kependidikan SR telah melewati berbagai tantangan dan dinamika di lapangan.

“Alhamdulillah, selama masa itu, proses pembelarajarannya semakin baik dan anak-anak lebih disiplin, percaya diri, semangat belajar meningkat, bahkan kesehatan mereka bagus. Tentu ini kabar menggembarikan karena mereka datang dari latar belakang berbeda-beda,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf di sela Open House Orang Tua dan Calon Siswa SR di Surabaya pada Jumat, 26 Juni 2026.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, juga mendapat laporan bahwa setelah dilakukan proses adaptasi selama hampir setahun, pendampingan dengan penuh empati dari kepala sekolah, guru, wali asuh dan tenaga kependidikan lainnya, SR se-Tanah Air secara umum sudah berjalan baik.

Kendati demikian, pihaknya memastikan terus melakukan evaluasi sebagai langkah antisipasi maupun perbaikan agar ke depan bisa lebih baik serta berkembang lagi. “Saat inilah waktu tepat untuk melakukan evaluasi dan kami tentu mengambil langkah perbaikan. Semisal, jika ke depan perlu penambahan guru dan tenaga kependidikan maka kami lakukan, termasuk kolaborasi denga lembaga lain ke depannya dengan harapan agar emakin solid,” ucapnya. 

“Intinya, kami belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya,” tambah Wakil Gubernur Jatim periode 2009-2019 tersebut.

Baca Juga:
Demo Depan Grahadi Diwarnai Kerusuhan hingga Perusakan, Ini Kata Sekdaprov Jatim

Secara khusus Mensos Gus Ipul berterima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang sangat mendukung dengan keberadaan 26 titik sekolah rakyat di sejumlah daerah. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada bupati/wali kota yang daerahnya bersedia ditempati SR rintisan maupun permanen ke depannya.

“Sejak awal kami didukung luar biasa. Jatim jadi provinsi dengan titik terbanyak untuk penyelangagraan SR, yaitu sebanyak 26 titik. Ini sungguh-sungguh kami syukuri,” tukas Gus Ipul, yang juga Sekretaris Jenderal PBNU tersebut.

Mensos juga mengaku bangga dengan perkembangan siswa SR, khususnya di Surabaya, yang sudah membuktikan kualitas dan kedisiplinannya. Menurut dia, penampilan para siswa di panggung open house menjadi bukti berkembangnya proses pembelajaran di sini.

“Mereka sudah lebih percaya diri tampil di depan orang banyak. Mereka tegas dan berani menjawab jelas setiap pertayaan. Dan yang pentng mereka optimis menghadapi masa depan,” tuturnya. (*)

Baca Juga:
11 Tuntutan Demo Grahadi Hari Ini, Berujung Ricuh Hingga Dibubarkan Polisi