KETIK, NGANJUK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai media utama baglog di Desa Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, pada 17 Juli 2026. 

Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta dari unsur kelompok tani (Poktan) di PKK Desa Mojokendil ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi media budidaya jamur tiram yang bernilai ekonomis. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan baglog berbahan dasar bonggol jagung. 

Ketua pelaksana kegiatan KKN menjelaskan bahwa limbah pertanian dipilih sebagai media bahan utama karena ketersediaannya melimpah di Desa Mojokendil yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani palawija. Selama ini, limbah pertanian sering kali hanya dibuang atau dibakar setelah proses panen. 

Pemanfaatannya sebagai media budidaya jamur tiram diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif.

Ketua pelaksana menyampaikan langkah-langkah pembuatan media baglog jamur tiram. (Foto: Mahasiswa KKN UB Kelompok 12)

Baca Juga:
Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Kelompok 14 Edukasi Warga Desa Betet Olah Daun Singkong Jadi Pupuk Organik Cair

Dalam praktik pembuatan baglog, mahasiswa KKN memperkenalkan campuran dari beberapa limbah pertanian (bonggol jagung) dengan bekatul, kapur, dan air hingga mencapai tingkat kelembapan yang sesuai. Selanjutnya, bahan dimasukkan kedalam plastik baglog sebelum melalui tahapan sterilisasi dan inokulasi bibit jamur tiram. 

Sunardi, salah satu perwakilan Kelompok Tani Desa Mojokendil, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini limbah pertanian hanya menjadi limbah setelah panen, tetapi melalui pelatihan ini kami mengetahui bahwa bonggol jagung dapat diolah menjadi media budidaya jamur tiram yang memiliki nilai jual,” ujar Sunardi.

“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu ini sebagai peluang usaha baru,” Harapnya. 

Baca Juga:
Pengabdian Masyarakat FK UB Kembali Digelar, Desa Permanu dan Karangpandan Jadi Lokasi Program

Supini, salah satu peserta kegiatan sekaligus anggota PKK Desa Mojokendil, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN. 

"Alhamdulillah kegiatan ini bermanfaat. Ibu-ibu yang sebelumnya belum tahu budidaya jamur sekarang jadi paham cara menanam, penggunaan benih, hingga media tanamnya,” ujar Supini. 

“Harapannya, ilmu yang sudah didapat bisa terus dipraktikkan meskipun budidaya jamur membutuhkan perawatan dan kondisi yang lembab," lanjutnya. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Brawijaya berharap masyarakat Desa Mojokendil mampu membuat dan memahami proses budidaya jamur tiram secara mandiri. Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, pemanfaatan beberapa limbah pertanian khususnya bonggol jagung sebagai media baglog jamur tiram juga diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal desa. 

Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Brawijaya dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui inovasi pemanfaatan limbah pertanian. 

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work And Economic Growth) melalui pengembangan peluang usaha berbasis potensi lokal, serta Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah pertanian berupa menjadi media budidaya jamur tiram yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Program ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan. (*)