KETIK, MALANG – Dedikasi dalam bidang riset biologi mengantarkan salah satu mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) meraih predikat lulusan terbaik III jenjang sarjana (S1) pada Wisuda ke-79 Tahun 2026. Dalam tugas akhirnya, ia melakukan penelitian berjudul "Inhibisi Antibakteri Nanopartikel Besi Berbasis Ekstrak Buah Delima secara In Vitro" yang berpotensi menjadi alternatif pengembangan agen antibakteri berbahan alami.

Menjadi lulusan terbaik merupakan pencapaian yang membanggakan bagi setiap mahasiswa. Hal tersebut juga dirasakan oleh Shofia Jannatul Ma'rifah, mahasiswa Program Studi Biologi UNISMA yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik III pada Wisuda ke-79 Tahun 2026 dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,99.

Melalui inovasi dalam penelitiannya, Shofia berhasil menunjukkan bahwa ekstrak buah delima memiliki potensi sebagai agen antibakteri. Ia memanfaatkan ekstrak buah delima sebagai bioreduktor yang mampu mereduksi partikel besi berukuran besar menjadi nanopartikel besi.

Menurutnya, semakin kecil ukuran partikel, semakin besar pula peluangnya untuk melisis bakteri sehingga efektivitasnya sebagai agen antibakteri menjadi lebih tinggi.

Bioreduktor yang digunakan berasal dari ekstrak buah delima sehingga proses sintesis nanopartikel dapat dilakukan dengan lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan bahan antibakteri yang tidak merusak lingkungan.

Baca Juga:
Raih IPK Sempurna, Inda Brilliant Jadi Lulusan Terbaik S2 UNISMA

Shofia mengungkapkan bahwa ide penelitian tersebut berawal dari perbincangannya dengan sang sepupu yang berasal dari bidang kelautan. Dari diskusi tersebut, ia mengetahui bahwa lingkungan laut menghadapi berbagai persoalan, salah satunya keberadaan radikal bebas dan mikroplastik.

Ia menjelaskan bahwa ekstrak kulit buah delima terbukti memiliki potensi dalam menangkal radikal bebas sekaligus membantu proses degradasi mikroplastik.

"Kemarin saya berbincang dengan sepupu saya dari bidang kelautan dan ternyata di lingkungan laut terdapat banyak radikal bebas. Penelitian saya mengenai ekstrak kulit buah delima ini ternyata juga terbukti berpotensi menangkal radikal bebas di lingkungan laut dan membantu memecah mikroplastik," jelasnya.

Dalam proses penelitian, Shofia mengaku menghadapi tantangan dalam memperoleh limbah kulit buah delima di Kota Malang. Akibatnya, ia harus membeli buah delima secara langsung untuk mendapatkan kulitnya sebagai bahan penelitian.

Baca Juga:
Belum Punya Gedung Permanen, Calon Siswa SRMA 22 Kota Malang Terpaksa Dititipkan

"Kami kesulitan mendapatkan limbah kulit buah delima. Sebenarnya saya mengambil referensi data dari Kediri karena di sana terdapat cukup banyak limbah dari salah satu pabrik. Namun, di Malang cukup sulit ditemukan sehingga kemarin saya harus membeli buahnya langsung, bukan limbah kulitnya seperti yang direncanakan," ungkap Shofia.

Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Shofia juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi Biologi dan UKM Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh (JQH). Selain itu, ia juga merupakan santri di Pondok Pesantren Ainul Yaqin.

Setiap harinya, Shofia harus membagi waktu antara kegiatan pesantren, perkuliahan, organisasi, hingga penelitian. Menurutnya, kemampuan manajemen waktu menjadi kunci utama sehingga seluruh aktivitas tersebut dapat berjalan beriringan dan membawanya lulus tepat waktu.

"Harus pintar mengatur waktu karena saya juga mondok di Ainul Yaqin, sehingga kegiatannya sangat padat. Mulai dari bangun sebelum subuh untuk setoran mengaji, kemudian setelah itu kuliah dari pagi hingga sore, belum lagi kegiatan organisasi yang juga cukup banyak," tuturnya.

Shofia menuturkan bahwa seluruh perjuangan selama menempuh pendidikan hingga berhasil menjadi lulusan terbaik didedikasikan untuk membahagiakan kedua orang tuanya yang telah berjuang dan berkorban agar dirinya dapat mengenyam pendidikan tinggi.

Setelah lulus dari UNISMA, ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) di luar negeri dan tetap mendalami bidang ilmu biologi yang selama ini menjadi passion dan fokus penelitiannya.