KETIK, JAKARTA – Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tak hanya dikenal karena kepiawaiannya meracik strategi, tetapi juga karena kedekatannya dengan para pemain yang ia anggap seperti keluarga sendiri.
Juru taktik berusia 65 tahun itu menjadi figur ayah bagi skuad La Roja yang kini tampil di Piala Dunia 2026.
De la Fuente, sebelum dipercaya memimpin tim senior pada 2022, memiliki hubungan yang erat dengan banyak pemainnya. Sejumlah pilar seperti Pedri, Rodri, Mikel Merino, hingga pemain muda Lamine Yamal pernah bekerja sama dengannya sejak level junior, sehingga ikatan yang terbangun telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dalam wawancaranya, De la Fuente menegaskan bahwa perannya bukan sekadar sebagai pelatih. Ia merasa harus memberikan bimbingan dan perlindungan kepada para pemain, terutama mereka yang masih muda.
“Saya seperti seorang ayah. Tugas saya adalah membimbing mereka dan membantu mereka berkembang,” ujarnya.
Baca Juga:
Ibrahim Mbaye, Simbol Lahirnya Generasi Baru SenegalPelatih asal Haro, La Rioja tersebut juga mengungkapkan pentingnya menjaga suasana kekeluargaan di dalam tim. Menurutnya, hubungan yang dilandasi kepercayaan dan kejujuran menjadi fondasi utama keberhasilan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.
Ketika sorotan besar tertuju kepada wonderkid Lamine Yamal, De la Fuente memilih untuk melindungi pemain berusia 18 tahun itu dari tekanan berlebihan. Ia bahkan memperingatkan publik agar tidak membandingkan Yamal dengan Lionel Messi atau Diego Maradona.
“Kesalahan terbesar adalah membandingkannya dengan pemain lain. Lamine harus menjalani jalannya sendiri,” kata De la Fuente.
Ia juga memuji bakat luar biasa Yamal dengan perumpamaan yang unik.
Baca Juga:
Iran Tahan Belgia, Taremi Jadi Pusat Perhatian di Los Angeles“Ada orang-orang jenius seperti Salvador Dalí atau Michelangelo. Apa yang terlihat luar biasa bagi kita, bagi mereka adalah sesuatu yang alami,” tuturnya.
Pendekatan penuh perhatian yang diterapkan De la Fuente telah membantu Spanyol kembali ke puncak sepak bola internasional. Setelah menjuarai UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024, La Roja kini datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu favorit juara.
Keberhasilan Spanyol di bawah asuhan De la Fuente tidak hanya dibangun melalui taktik di lapangan, tetapi juga melalui hubungan yang kuat antara pelatih dan pemain. Sosoknya yang rendah hati serta filosofi kekeluargaan membuat De la Fuente menjadi figur penting dalam perjalanan La Roja mengejar gelar juara dunia kedua mereka.(*)