KETIK, LUMAJANG – Walau masih didominasi nelayan tradisional, namun hasil tangkapann ikan di perairan laut Kabupaten Lumajang cukup besar.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang Ir. Yuli Harismawati kepada media ini mengatakan, hasil tangkapan nelayan tradisional di Kabupaten Lumajang selama tahun 2025 mencapai 7,1 juta ton.
"Potensi hasil tangkapan ikan di Lumajang ada di sejumlah desa di 5 Kecamatan, yakni Tempursari, Pasirian, Kunir, Tempeh dan Yosowilangun," kata Yuli Harismati.
Di sejumlah desa di lima kecamatan ini, menangkap ikan sudah menjadi mata pencaharian yang cukup menjanjikan.
Sementara sebagai upaya Pemkab Lumajang dalam hal ini Dinas Perikanan, selama ini terus melakukan upaya pemdampingan agar nelayan menggunakan cara penangkapan ikan yang ramah lingkungan, peningkatan kualitas hasil tangkapan dan usaha vegetasi pantai.
Baca Juga:
Pagi Ini Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Tidak Panik"Kita juga berkoodinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur untuk peningkatan produksi ikan tangkap di Lumajang," kata Yuli Harismawati.
Masih kata Yuli Harismawati, dalam usaha peningkatan produktivitas tangkapan nelayan, pihaknya juga memberikan bantuan alat menangkap ikan, khususnya di sentra-sentra produksi ikan di Lumajang.
"Untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap saat ini sedang diupayakan pembangunan pelabuhan perikanan melalui usulan PSN," urai Yuli Harismawati.
Masih kata Yuli Harismati, hasil tangkapan ikan dari nelayan di Lumajang diantaranya, tongkol, pari, Lemuru, slengseng, putihan, layur, ikan kembung, dan lobster