KETIK, SURABAYA – Di bawah terik matahari Kota Surabaya yang menyengat tidak menyurutkan langkah kaki puluhan pria berjubah safron tetap terdengar ritmis di atas aspal panas Kota Pahlawan. 

Debu jalanan yang menyapu Kota Surabaya pada sore hari ini, Kamis, 14 Mei 2026 juga bukan halangan.

Mereka merupakan para Bhikkhu yang sedang menjalankan perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur untuk menghadiri puncak Hari Raya Waisak yang berlangsung pada tanggal 31 Mei 2026.

Selama perjalanan, banyak warga sekitar memberikan semangat kepada mereka. Bahkan ada di antaranya yang memberikan air putih untuk sekadar menghilang rasa dahaga karena panasnya cuaca Surabaya.

Bante Teja Punyo, salah satu Bikhhu asal Indonesia mengatakan, perjalanan ini merupakan salah satu dari meditasi yang diajarkan Buddha. 

Baca Juga:
[FOTO] Susuri Ratusan Kilometer, Perjalanan Spiritual Bikhhu Hingga Borobudur

"Ini merupakan kebiasaan kami para bante untuk meditasi yang ada empat cara, yaitu pertama meditasi duduk, meditasi berjalan, meditasi berdiri, meditasi berbaring," katanya.

Ia menceritakan, selama meditasi berjalan ini banyak nilai-nilai yang diambil, seperti melawan fisik terhadap cuaca yang sedang terik. 

"Cuaca yang tidak menentu ini energi sangat terkuras sekali. Jadi kami sesekali rehat sejenak. Tapi kami harus konsisten dalam menjalani ini, itu penting sekali," jelasnya.

Bante Teja melakukan perjalanan suci ini tidak sendiri, ia bersama sekitar 57 bhikku dari negara-negara Asean, seperti Thailand, Laos dan Malaysia.

Baca Juga:
Sambangi Embarkasi Surabaya, Wamenhaj RI: Kloter Akhir Langsung Hadapi Armuzna Harus Banyak Istirahat

Terpisah, Romo James Pala Joewono salah satu panitia Walk for Peace 2026 menceritakan, puluhan bhikku ini jalan menuju Candi Borobudur dari Bali.

Setelah dari Pulau Dewata, lanjutnya, perjalanan para bhikku ini dilanjutkan di pulau Jawa melalui Banyuwangi, hingga akhirnya tiba di Surabaya.

Di Kota Pahlawan, mereka berkunjung ke sejumlah tempat, yaitu Masjid Al Akbar, Balai Kota Surabaya dan Gedung Negara Grahadi, kemudian melanjutkan perjalanan. "Nanti titik finis di Candi Borobudur tanggal 28 Mei," singkatnya.

Sementara itu di Surabaya, para bhikku ini bermalam terlebih dahulu di Wihara Budayanya Dharmawira di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya. (*)