KETIK, MALANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang menggelar rapat dinas dan evaluasi kinerja Triwulan I di Aula Kartini, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penguatan koordinasi internal sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rapat diikuti seluruh jajaran pegawai dan pejabat struktural dengan agenda pemaparan capaian kerja, evaluasi pelaksanaan tugas, hingga pembahasan target strategis ke depan. Setiap bagian secara bergantian menyampaikan hasil evaluasi selama tiga bulan pertama tahun 2026, termasuk kendala teknis di bidang pembinaan, pengamanan, dan administrasi.
Kepala Lapas Perempuan Malang, Endang Margiati, menekankan pentingnya profesionalisme, responsivitas, dan sikap humanis dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti adanya modus penipuan yang mengatasnamakan Lapas Perempuan Malang.
“Saya perlu menyampaikan adanya upaya penipuan yang mengatasnamakan Lapas Perempuan Malang dengan modus pengadaan obat-obatan. Perlu ditegaskan bahwa kami tidak pernah melakukan prosedur pengadaan melalui pesan singkat atau WhatsApp, melainkan melalui prosedur resmi yang telah diatur,” tegas Endang.
Ia juga menginstruksikan seluruh pegawai agar aktif memberikan informasi yang benar kepada masyarakat guna mencegah munculnya korban penipuan baru.
Baca Juga:
Kuliah Tamu FISIP UB Hadirkan Viktor Laiskodat, Mahasiswa AntusiasSementara itu, Kaur Kepegawaian dan Keuangan Lapas Perempuan Malang, Ishtarina, menyampaikan bahwa pihak lapas telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polresta untuk diproses lebih lanjut.
“Kami telah melakukan pelaporan resmi ke Polresta terkait kasus penipuan tersebut. Dalam waktu dekat kami juga akan memasang banner peringatan ‘Awas Penipuan’ di area publik agar masyarakat lebih waspada terhadap segala bentuk permintaan yang tidak resmi,” ujar Ishtarina.
Rapat evaluasi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga integritas organisasi melalui pembenahan administrasi, peningkatan kinerja, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan eksternal. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang profesional, aman, dan semakin dipercaya masyarakat.