KETIK, MANOKWARI – Hujan deras akhirnya mengguyur sejumlah wilayah di Manokwari, Papua Barat, setelah warga menghadapi kondisi panas dan kering dalam beberapa waktu terakhir.

Turunnya hujan disambut rasa syukur masyarakat, terlebih kondisi kemarau sebelumnya turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan dengan intensitas cukup deras membuat suasana di sejumlah kawasan Manokwari berubah.

Warga yang sebelumnya menghadapi cuaca panas dan kondisi lingkungan kering menyambut turunnya hujan sebagai kabar baik.

Sejumlah warga bahkan merekam dan membagikan momen turunnya hujan tersebut. Salah seorang warga mengaku bersyukur karena hujan yang telah lama dinantikan akhirnya turun.

Baca Juga:
Kebakaran Hutan Pinus Pesanggrahan Kota Batu, Setengah Hektare Lahan Hangus Akibat Bara Sisa Serasah

“Puji Tuhan, akhirnya hujan turun juga. Sudah lama sekali kami menunggu hujan. Beberapa hari terakhir panas dan terasa sangat kering. Kami bersyukur sekali, apalagi sekarang ada kebakaran hutan dan lahan,” ujar salah satu warga saat merekam momen hujan, Rabu, 7 Oktober 2026.

Selain memberikan kesejukan dan membantu menurunkan suhu udara, hujan diharapkan dapat membasahi lahan serta vegetasi yang sebelumnya kering. Kondisi tersebut diharapkan turut mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Warga juga berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi titik-titik kebakaran serta dampak asap yang dikhawatirkan mengganggu masyarakat.

“Semoga hujannya terus turun dan bisa membantu memadamkan titik-titik kebakaran. Dan masyarakat tidak lagi khawatir dengan asap,” katanya.

Baca Juga:
BNPB: Karhutla di Enam Provinsi dengan Lahan Gambut Masih Berat

Turunnya hujan menjadi momentum yang dinantikan warga Manokwari setelah menghadapi kondisi kering dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi karhutla dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.(*)