KETIK, BANDUNG – Aktivitas investasi dunia usaha menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit investasi tumbuh 24,90 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juni 2026, menjadi penopang utama pertumbuhan kredit perbankan nasional yang mencapai 12,67 persen (yoy).

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku usaha mulai kembali meningkatkan ekspansi bisnis, meski perekonomian global masih dibayangi perlambatan pertumbuhan, meningkatnya tensi geopolitik, dan kebijakan perdagangan sejumlah negara.

Dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulan Juli 2026, OJK menyebut pertumbuhan kredit perbankan tetap terjaga dengan total penyaluran kredit mencapai Rp8.254,7 triliun. Selain ditopang kredit investasi, pertumbuhan juga didukung kredit konsumsi sebesar 8,99 persen dan kredit modal kerja 8,44 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) juga masih mencatatkan pertumbuhan 6,82 persen (yoy) menjadi Rp9.314 triliun, menunjukkan likuiditas perbankan tetap memadai untuk mendukung pembiayaan dunia usaha maupun masyarakat.

OJK menilai ketahanan sektor perbankan nasional tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level 24,59 persen, jauh di atas ketentuan minimum, sementara rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross tercatat 2,29 persen dan NPL net 0,82 persen.

Baca Juga:
OJK Matangkan Persiapan Bursa Mineral, Pengawasan Dimulai Januari 2027

Di tengah meningkatnya penyaluran kredit, fungsi intermediasi perbankan juga tetap terjaga. Likuiditas industri masih berada pada level yang memadai dengan rasio alat likuid terhadap dana non-inti (AL/NCD) sebesar 110,19 persen dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) 24,98 persen, masih jauh di atas ambang batas yang ditetapkan regulator.

OJK menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan nasional hingga Juli 2026 tetap terjaga dan didukung ketahanan permodalan yang kuat. Kondisi tersebut diharapkan mampu menopang pembiayaan bagi sektor produktif sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.(*)

Baca Juga:
Dorong Guru Jadi Ujung Tombak Literasi Keuangan, OJK Edukasi Ratusan Pendidik di Probolinggo