KETIK, MALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merumuskan 12 potensi risiko korupsi. Perguruan tinggi kini diminta untuk dapat mengendalikan gratifikasi agar jauh dari risiko korupsi.
Hal tersebut disampaikan Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto saat mengunjungi Universitas Brawijaya (UB). Menurutnya seluruh kelembagaan termasuk instansi pendidikan memiliki tantangan dalam pemberantasan tindak korupsi.
"Berdasarkan hasil kesepakatan yang sudah dilakukan sebelumnya, kan ada Program Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi (PIEPT). Itu tindak lanjutnya merumuskan 12 potensi risiko, kemudian 8 perangkat yang bisa mengimbangi supaya risiko-risiko itu menjadi semakin minimalis," ujarnya, Jumat, 18 September 2026.
KPK RI telah bekerja sama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim dan UB untuk program pengendalian gratifikasi. Kerja sama tersebut diawali dengan pencanangan di UIN Malang dan dilanjutkan workshop di UB.
"Dari pencanangan ini kemudian ditindaklanjuti dengan workshop yang dilakukan di UB. Dengan harapan bahwa workshop ini bisa semakin mendetailkan, ya, tentang apa itu pengendalian gratifikasi," katanya.
Baca Juga:
Nusron Wahid Tanggapi Dugaan Korupsi di Kementerian ATR/BPN, Siap Hormati Proses Hukum KPKSetyo juga menjelaskan bahwa UB dan UIN Malang menjadi pilot projek pencegahan gratifikasi. Dalam workshop tersebut turut hadir Kedeputian Dikmas (Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat), Kedeputian Pencegahan dan Monitoring, khususnya di Direktorat Gratifikasi.
"Saya yakin peta jalannya pun sudah ada, ini kan tinggal memastikan saja bahwa sudah tepat atau mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki," lanjutnya.
Sementara itu Rektor UB Prof Widodo menyambut baik terpilihnya UB sebagai pilot project dalam penguatan ekosistem integritas perguruan tinggi. Dengan demikian UB dapat turut serta dalam berkontribusi mewujudkan ekosistem yang berintegritas.
"Kita ingin sekali gunakan momentum ini untuk bisa berkontribusi, menjadi legacy bahwa Universitas Brawijaya juga membangun ekosistem integritas yang ada di perguruan tinggi. Kita melihat bahwa perguruan tinggi ibarat mata air untuk kaderisasi anak-anak muda kita," katanya.
Baca Juga:
Kawal Pembangunan Daerah, Sekdaprov Jatim Dorong Sinergi Eksekutif-LegislatifDengan budaya integritas yang terus dipegang oleh perguruan tinggi, diharapkan mahasiswa maupun alumni mampu menyalurkan ketika berada di lingkungan masyarakat.
"Kalau kampus ini memiliki budaya integritas yang bagus, harapan kita anak-anak kita, alumni-alumni yang lulus dari Universitas Brawijaya juga akan memiliki karakter dan budaya integritas yang kuat. Ini salah satu tujuan kita arahkan ke sana," pungkasnya.(*)