KETIK, MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meminta siswa untuk kembali memperketat protokol kesehatan, salah satunya kembali memakai masker. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi penularan influenza yang kembali mengintai Kota Malang.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan imbauan tersebut seiring dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Antisipasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penggunaan masker ini juga berfungsi untuk mengurangi paparan debu.
"Kemudian juga protokol kesehatan zaman COVID itu harus diaktifkan lagi. Penggunaan masker tidak hanya untuk yang sakit saja, tapi semua," ujarnya, Senin 5 Oktober 2026.
Menurut Husnul, daya tahan tubuh masing-masing siswa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kerentanan terhadap influenza. Selain itu, kondisi lingkungan sekolah yang minim sirkulasi udara, pencahayaan kurang memadai, serta sanitasi yang buruk turut memperbesar risiko.
"Daya tahan tubuh siswa, lingkungan sekolah termasuk sarpras untuk cuci tangan belum bisa kita layak-layakkan, itu faktor-faktor pendukung. Di samping itu di lingkungan, di luar lingkungan, kaya asap, polusi udara itu kan juga mempengaruhi," lanjutnya.
Baca Juga:
Soroti Beban Kerja di Kelurahan dan Kecamatan, DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pendistribusian PPPKDinkes Kota Malang juga akan melakukan inspeksi ke sekolah melalui puskesmas di masing-masing wilayah. Inspeksi tersebut akan berbarengan dengan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Ya kita lewat wilayah, lewat Puskesmas. Kan kita masih ada BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), nanti lewat sana," sebutnya.
Sebelumnya, Kota Malang telah dihadapkan dengan temuan kasus influenza di SMP Taman Siswa. Sebanyak 13 siswa telah dilakukan swab dan dibawa Puskesmas Dinoyo untuk dikirimkan ke BBLK Surabaya dan Jakarta untuk whole genome sequencing.
"Nanti baru nanti kita dapat feedback-nya, apakah itu influenza biasa atau subtype A atau B. Untuk yang kita asesmen di awal ini ada flunya, batuk, panasnya," ungkapnya.
Baca Juga:
Masuk Tahap Pengadaan Pusat, Lahan 5,2 Hektare Sekolah Rakyat Kota Malang Disiapkan di Arjowinangun KedungkandangPenanganan juga disesuaikan dengan kondisi pasien apabila ditemukan influenza tipe A subclade K. Jika kondisi pasien tergolong baik, Dinkes Kota Malang akan memberikan suplemen maupun terapi tambahan dengan berkonsultasi bersama RSSA Malang.
"Kalau kondisinya bagus, kita beri suplemen tambahan saja atau terapi tambahan yang kita konsultasikan ke RSSA. Di situ kan ada SARI ya, Severe Acute Respiratory Infection. Nanti apa rekomendasi dari RSSA untuk SARI itu nanti kita tindak lanjuti," pungkasnya.(*)