KETIK, MALANG – Kota Malang menerima hibah dari Bank Dunia untuk program pengelolaan sampah sebesar Rp151 miliar. Dana hibah tersebut tidak hanya digunakan untuk perbaikan fasilitas sampah, tetapi juga untuk mengubah mindset (pola pikir) warga.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menjelaskan bahwa focus group discussion (FGD) bersama Direktorat Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah dari Ditjen Pembangunan Daerah Kemendagri telah dilakukan.
FGD tersebut digelar untuk menyinkronkan pembangunan pusat dengan beberapa pemerintah daerah, mulai dari Malang Raya hingga Kediri. Kota Malang sendiri masuk dalam 30 daerah prioritas nasional yang akan memulai Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) pada 2027.
"Kota Malang termasuk kategori 30 prioritas nasional yang akan berjalan mulai tahun 2027 untuk pembangunan hulunya, mindset masyarakatnya, sampai pembangunan hilirnya di tahun 2028 dengan dana hibah sekitar Rp151 miliar," ujarnya, Kamis 20 Agustus 2026.
Dalam upaya mengubah mindset masyarakat, Ali membidik agar bank sampah kembali dihidupkan. Mengingat LSDP tak sekadar berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada cara pandang masyarakat terhadap pengolahan sampah.
Baca Juga:
Signage Kayutangan Heritage Dirusak, DLH Kota Malang Siapkan Pengganti Lebih Kuat"LSDP pembangunannya bukan hanya fisik di pengelolaan sampah, tapi perubahan mindset bagaimana pengelolaan sampah di masyarakat. Gaya hidup masyarakat terkait dengan mengelola, mengurangi sampah, dan sebagainya. Bank sampah dihidupkan dan diperbaiki lagi dengan LSDP," katanya.
Untuk itu, kelompok masyarakat, khususnya kader lingkungan, akan dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan LSDP. Bahkan, Kemendagri juga menyediakan 20 konsultan pendamping yang disebar ke lima kecamatan di Kota Malang.
"Kemendagri menyiapkan konsultan pendamping sejumlah 20 orang di lima kecamatan itu untuk perubahan mindset di masyarakat," sebutnya.
Menurutnya, program tersebut mampu menyerap 100–150 ton sampah dari total produksi sekitar 700 ton sampah yang dihasilkan Kota Malang per hari. Ditambah dengan proyek PSEL di Kabupaten Malang yang melibatkan wilayah aglomerasi Malang Raya, program ini dapat mengatasi sekitar 500 ton sampah per hari.
Baca Juga:
Cabuli 5 Santri, Oknum Pengajar Ponpes di Kota Malang Jadi Tersangka"Tinggal 100 ton pengelolaan sampah dan hal ini sangat bermanfaat untuk pengelolaan sampah di Kota Malang karena LSDP akan berjalan selama 5 tahun. Kalau kinerjanya bagus akan ditambahkan mesin lagi sehingga bisa pengelolaannya bisa di atas 200 ton lagi," pungkasnya.(*)