KETIK, MALANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menilai Kota Malang harus lebih gencar menghadirkan berbagai event berskala besar, baik konser musik, acara religi, maupun kegiatan olahraga seperti fun run yang sedang populer di kalangan masyarakat.
Kota Malang yang resmi menjadi kota kreatif dunia tentu berupaya untuk terus menciptakan inovasi yang dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung. Bukan hanya memperbarui spot-spot ikonik, berbagai kegiatan menarik juga telah hadir dan menjadi daya tarik tersendiri.
Agoes Basoeki menilai Kota Malang telah memiliki beberapa lokasi yang cocok untuk penyelenggaraan event berskala besar, seperti konser yang digelar di Lapangan Rampal. Menurutnya, adanya konser sangat membantu meningkatkan tingkat okupansi hotel di sekitarnya.
Selain itu, Kota Malang juga telah memiliki akomodasi yang lengkap, mulai dari penginapan melati hingga hotel bintang lima. Agoes Basoeki juga mengungkapkan bahwa dampak dari konser POLIPONI yang diselenggarakan pada 20 Juni 2026 lalu sangat besar. Beberapa penginapan, mulai dari guest house hingga hotel berbintang yang berada di sekitar Lapangan Rampal, tercatat mengalami okupansi penuh.
"Hotel-hotel dekat Rampal ramai saat konser Sheila On 7 kemarin. Hotel kecil-kecil juga ramai, penuh semua yang dekat dengan Lapangan Rampal, hingga guest house juga ramai," ungkap Agoes Basoeki.
Baca Juga:
Cetak Relawan Kemanusiaan, Pramuka Kota Malang Buka Rekrutmen Brigade PenolongMelihat tingginya animo masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, terhadap berbagai event di Malang, ia menilai bahwa Kota Malang bukan hanya menyediakan destinasi wisata, tetapi juga memiliki tempat yang tepat untuk wisata berbasis event.
"Kota Malang memiliki potensi besar dari sisi wisatawan karena tersedia tempat untuk event-event besar, seperti Lapangan Rampal atau Stadion Gajayana, kemudian akomodasinya juga lengkap, mulai dari penginapan melati hingga hotel bintang lima," tutur Ketua PHRI Kota Malang tersebut.
"Kota Malang ini bisa disebut sebagai kota wisata, baik dari wisata musik, sport tourism seperti fun run, maupun meeting dan kegiatan corporate," imbuhnya.
Ia juga mengatakan bahwa Haul Akbar menjadi salah satu acara yang mampu meningkatkan okupansi hotel setiap tahunnya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat lebih gencar menghadirkan berbagai event berskala besar. Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi besar untuk mendatangkan banyak wisatawan melalui penyelenggaraan event-event tersebut.
Baca Juga:
Before and After: Warga Kota Malang Terima Bantuan Bedah Rumah Pramuka Jatim"Kalau bisa event-event diperbanyak, mulai dari konser, olahraga seperti fun run, hingga kegiatan religi seperti Haul Akbar. Sebab, kemarin yang saya tahu, pengunjung konser datang dari berbagai daerah di luar Malang," ujar Agoes Basoeki.
Banyaknya event menarik berskala besar dinilai mampu menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus menggerakkan sektor perhotelan, restoran, UMKM, hingga ekonomi kreatif yang bergantung pada tingginya kunjungan ke Kota Malang. (*)