KETIK, TRENGGALEK – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek bergerak cepat untuk mewujudkan target keluar dari posisi juru kunci pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Salah satunya adalah menginventarisir beberapa cabang olahraga (Cabor) untuk dimasukan dalam pemusatan latihan.
"Hari ini kita memulai proses pemusatan latihan untuk persiapan Porprov 2027. Ada 10 atlet dari beberapa Cabor yang sudah diinventarisir oleh bidang pembinaan dan prestasi. Ini merupakan tahap awal," kata Doding Rahmadi, Ketua KONI Trenggalek kepada Ketik.com, Sabtu 16 Mei 2026.
Doding sapaan dia menuturkan, setelah mendata 10 prestasi atlet tahap awal, nanti juga ada pendataan lagi pada tahap kedua hingga tahap keempat. Tahap pertama itu bulan Juni, kemudian tahap kedua bulan Oktober, dan tahap ketiga bulan Januari.
"Sedangkan tahap akhir pada bulan April 2027 tahun depan," ujarnya.
Doding menyampaikan, dalam pemusatan latihan nanti, para atlet dan pelatih akan mendapat bantuan uang untuk proses latihan. Sekaligus untuk memastikan kesiapan dan kesanggupan atlet membela Trenggalek pada Porprov.
Baca Juga:
PDIP Trenggalek Gelar Musancab, Gen Z Jadi Titik Sasar di Kepengurusan"Alhamdulillah. Para atlet peraih medali pada Porprov 2025 masih siap dan setia membela Trenggalek. Maka nya kita pastikan dengan menggelar pemusatan latihan," ungkapnya.
Orang nomor satu DPRD Kabupaten Trenggalek itu menegaskan, parameter Cabor yang masuk dalam pemusatan latihan adalah Cabor yang mendapatkan medali di Porprov 2025.
"Kemudian di single event kita juga akan memantau prosesnya. Baik itu di Kejurprov atau kompetisi-kompetisi yang lain. Kalau ada yang baik tentu akan kita rekrut," tandasnya.
Ketika disinggung soal mutasi atlet dari luar daerah, ia mengakui cukup tertarik untuk kembali membela Trenggalek, namun itu tergantung dari atletnya.
Baca Juga:
Selangkah Lagi Komarudin Jadi Legislator di DPRD Trenggalek"Tentu harpannya bisa kembali membela Trenggalek atau tanah kelahirannya. Tak terkecuali bisa menjadi kebanggaan masyarakat Trenggalek. Kita sudah punya nama-nama atlet yang akan dimutasi," tuturnya.
Ia mengakui jika ada salah satu Cabor yang atletnya mau mutasi ke Trenggalek, sekaligus menjadi andalan untuk menyumbang medali.
"Setelah kita lakukan pendekatan bersama orang tuanya, akhirnya yang bersangkutan mau untuk dimutasi dan membela Trenggalek pada Porprov," tegasnya.
Sementara itu, pelatih Judo Trenggalek, Hermanto menyamput baik program yang dicanangkan oleh Ketua KONI dalam bentuk pemusatan latihan.
"Pada Porprov 2025 judo dapat medali perunggu. Semoga saja dengan program baru ini bisa meraih medali perak ataupun emas. Kita juga punya atlet yang menjadi tulang punggung PON Jatim," tandasnya.(*)