KETIK, ACEH SINGKIL – Komunitas perempuan mengaji One Night One Juz (ONOJ) yang berkedudukan di Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, menyalurkan bantuan dana kebajikan kepada dua pasien yang tengah berjuang melawan penyakit serius.
Bantuan tersebut diberikan kepada Abdul Razaq, warga Desa Longkib, Kota Subulussalam, yang menderita diabetes, serta Suparman, warga Desa Rantau Gedang, Kabupaten Aceh Singkil , yang mengalami saraf terjepit.
Ketua ONOJ, Irama Br Sinaga, mengatakan masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp1,7 juta. Dana tersebut diserahkan langsung oleh pengurus komunitas kepada keluarga pasien di kediaman masing-masing pada Senin, 1 Juni 2026.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas anggota ONOJ kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian kesehatan,” ujar Irama.
Menurutnya, kedua pasien saat ini tengah menjalani pengobatan dan membutuhkan dukungan biaya untuk kebutuhan medis maupun operasional sehari-hari. Karena itu, komunitas berinisiatif menggalang dan menyalurkan bantuan guna meringankan beban yang ditanggung keluarga.
Baca Juga:
Pengamat Hukum Kurnia Saleh Nilai Narasi Kritik terhadap Satgas PKH Berpotensi Bangun Distrust PublikIrama menjelaskan, aksi sosial tersebut sepenuhnya digerakkan oleh para anggota ONOJ sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat kondisi kesehatan.
Selain memberikan bantuan finansial, para anggota komunitas juga turut mendoakan agar kedua pasien segera diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani proses pengobatan.
“Seluruh anggota ONOJ mendoakan kesembuhan total bagi Pak Suparman dan ananda Abdul Razaq,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan berbagi tersebut merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Al-Qur’an yang mengajarkan pentingnya saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Bantu Satu Ekor Sapi Kurban untuk Jamaah Masjid Hayatul Iman Aceh SingkilMenurut Irama, ONOJ tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai aksi kemanusiaan dan sosial.
Ke depan, komunitas perempuan mengaji tersebut berkomitmen untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah Aceh Singkil, Subulussalam, maupun daerah lainnya di Aceh.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga pasien. Insya Allah, ONOJ akan terus bergerak dalam aksi-aksi kemanusiaan dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.(*)