KETIK, MALANG – Dewangga Pribaditya, komika asal Malang harus gigit jari usai langkahnya terhenti di babak lima besar SUCI 12 Kompas TV. Walau harus close mic, pria asal Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ini berhasil menyita perhatian penonton. 

Dari rekaman video yang beredar dan diunggah akun media sosial @malangraya_info, hingga pukul 10.55 WIB unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 4 ribu tanda suka dan 44 komentar.

Selain itu, ia juga mendapat banyak pujian dari netizen karena berhasil mencapai tahap ini. Meski harus pulang tanpa membawa piala terasa menyakitkan, namun bisa berdiri di antara para komika hebat dan berani memberikan penampilan terbaik menjadi pencapaian yang luar biasa.

Bahkan saat tampil di panggung SUCI, ia berhasil membuat penonton tertawa terbahak-bahak.

Namun demikian, perjalanan Dewangga di SUCI 12 harus terhenti tepat sebelum Grand Final. Ia memperoleh poin 614, terpaut tiga angka dari Mukmin yang meraih 617, sehingga harus pulang ke kampung halamannya tanpa membawa piala.

Baca Juga:
Gandeng Kwarda Jatim, Fakultas Kedokteran Unusa Buka Jalur Khusus Kepramukaan

"Tenang aku nyusul, aku pulang bodo amat," celetuknya. Kemudian celetukan itu mendapatkan tepuk tangan yang meriah.

Tidak hanya itu, ia juga memberikan tanggapan melalui kolom komentar di akun Instagram @malangraya_info. Dalam komentarnya, ia mengajak agar ditemani di Jalan Besar Ijen dan langsung mendapat respons positif dari netizen.

"Ayo min kancani aku ngelawan arah di Ijen," celetuknya. Lantas netizen langsung menanggapi dan siap menemani.

Selama kompetisi, ia dikenal membawakan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan identitas lokalnya. Mulai dari keresahan warga Gondanglegi, kebiasaan masyarakat terkait BBM, hingga kisah ayahnya yang bekerja sebagai TKI di Korea sering ia angkat dalam penampilannya. (*

Baca Juga:
Dampak Rupiah Melemah, Harga Pakan Ternak di Kota Batu Melonjak 10 Persen dalam Dua Bulan