KETIK, MALANG – Terdapat sekitar 132.000 judul buku yang hingga kini tersimpan rapi di Perpustakaan Umum Kota Malang. Sejalan dengan banyaknya koleksi tersebut, total kunjungan ke Perpustakaan Kota Malang mencapai sekitar 700 kali per hari.

Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang, Yayuk Hermiati menjelaskan total kunjungan tersebut merupakan akumulasi dari 300 kunjungan luring, dan 400 kunjungan daring. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi tren literasi masyarakat yang terus meningkat.

"Kunjungan ada dua yaitu offline dan online. Kalau kunjungan online baik yang melalui media sosial maupun aplikasi Malang Cilin Mbois. Trennya tiap tahun cenderung meningkat jumlah kunjungannya," ujarnya, Kamis, 15 Oktober 2026.

Yayuk menyebutkan, tingkat literasi di Kota Malang cenderung sudah baik jika melihat antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas layanan Dispussipda. Banyak masyarakat berkunjung ke Perpustakaan Umum, perpustakaan di Malang Creative Center (MCC) maupun Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga pojok baca dan perpustakaan keliling.

"Selain itu, e-book sudah ribuan yang kami sediakan. Kalau sekarang ya sudah tinggi istilahnya sudah banyak pengunjungnya. Kalau dibandingkan teman-teman kami yang datang dari daerah lain kan memang sulit ya, enggak bisa seramai yang ada di Kota Malang," lanjutnya.

Baca Juga:
Peduli Transportasi Publik, Komunitas Transport for Malang Pasang Bangku dan Rambu Baru di Halte Trans Jatim

Tidak cukup hanya dengan 132.000 judul buku, Dispussipda Kota Malang terus berupaya memenuhi kebutuhan membaca masyarakat melalui penambahan koleksi buku setiap tahunnya.

"Kalau penambahan buku itu kami memang ada tiap tahun. Kebetulan tahun ini kemarin karena ada efisiensi, jadi enggak ada, tapi di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) sudah ada," ungkapnya.

Pada PAK APBD 2026 ini, Dispussipda Kota Malang mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp75 juta untuk menambah koleksi buku. Jenis bukunya pun beragam sesuai dengan keinginan pemustaka yang disampaikan melalui pengisian kuesioner.

"Jenis bukunya biasanya beragam. Jadi kami bukan menentukan sendiri tapi dari usulan. Biasanya ada usulan pemustaka, mereka dikasih seperti kuesioner milih buku apa-apa nanti. Itulah yang akan kita tambah koleksi," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
‎50 RTLH Milik Warga Kota Malang Dapat Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta, Ini Sebaran Wilayahnya