KETIK, TUBAN – Di tengah sorotan publik terhadap gaya hidup mewah sebagian pejabat negara, kisah sederhana ditunjukkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Alih-alih menggunakan fasilitas premium atau jalur khusus pejabat, Dadan memilih menjalani ibadah sebagai jamaah haji reguler setelah menunggu antrean selama 12 tahun.
Kisah tersebut diungkap Anggota Komisi XI DPR RI, Mohammad Hekal, yang saat ini bertugas sebagai petugas haji di Makkah.
Menurut Hekal, Dadan sebenarnya memiliki kemampuan untuk menggunakan fasilitas ONH Plus yang menawarkan layanan lebih nyaman dan eksklusif.
Namun, ia memilih mengikuti prosedur dan antrean seperti masyarakat umum.
Baca Juga:
Mengaku Sudah Fit, Jokowi Siap Kembali Blusukan Keliling Indonesia Hadiri Undangan Warga“Beliau sebenarnya punya kemampuan untuk pakai ONH Plus. Tapi memilih antre dan berangkat seperti masyarakat kebanyakan,” ujar Hekal, Senin, 25 Mei 2026.
Dadan diketahui sudah mendaftar haji reguler sejak sekitar 12 tahun lalu, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala BGN.
Selama di Makkah, Dadan juga disebut menjalani ibadah secara sederhana tanpa perlakuan khusus.
Baca Juga:
Puncak Haji Dimulai, Cuaca Diprediksi Tembus 45 Derajat CelciusIa menginap di hotel yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram dan menggunakan bus umum atau bus shalawat bersama jamaah reguler lainnya.
Untuk menuju Masjidil Haram, ia harus ikut mengantre dan berdesakan bersama ribuan jamaah lain.
“Dia menjalani ibadah secara sederhana, apa adanya, bareng jamaah reguler lainnya,” tambah politikus Partai Gerindra tersebut.
Pilihan hidup Dadan Hindayana dinilai menjadi contoh kesederhanaan seorang pejabat publik di tengah fenomena gaya hidup mewah yang kerap menjadi sorotan masyarakat.
Menurut Hekal, keputusan Dadan menjalani ibadah tanpa fasilitas istimewa menjadi bentuk keteladanan bahwa jabatan tidak selalu harus digunakan untuk mendapatkan berbagai kemudahan.
“Di saat jabatan sering kali dijadikan jalan pintas untuk mendapat kemudahan, Kepala BGN ini justru memilih membumi,” katanya.
Dadan Hindayana diketahui berangkat ke Tanah Suci pada 20 Mei 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Juni 2026.(*)