KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi Republik Indonesia (Menkop RI), Ferry Juliantono. 

Menkop RI memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Endy Alim Abdi Nusa yang hadir mewakili Gubernur Khofifah yang berlangsung di The St. Regus Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Penghargaan ini diberikan karena Jawa Timur berhasil memposisikan diri sebagai salah satu provinsi pelopor dalam pembinaan koperasi yang sehat, mandiri dan berdaya saing tinggi.

Penghargaan ini juga menjadi prestasi membanggakan sekaligus pengakuan komitmen tinggi Gubernur Khofifah dalam membina, memajukan dan menguatkan perekonomian berbasis kerakyatan.

"Alhamdulillah penghargaan ini merupakan hasil ikhtiar bersama dalam merawat dan meningkatkan semangat kegotong-royongan khas koperasi di masyarakat khususnya hingga level terbawah," katanya dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Baca Juga:
Hadiri Peringatan Hari Juang Polri, Khofifah Ajak Kobarkan Semangat M Jasin

Ia melanjutkan, penganugerahan ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Terlebih pada saat kondisi perekonomian yang semakin kompleks, insan koperasi dituntut terus berbenah dengan menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel serta adaptif terhadap teknologi.

Khofifah juga menekankan bahwa koperasi di Jawa Timur telah terbukti menjadi pilar kokoh penopang ekonomi rakyat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. 

Sementara itu, pertumbuhan koperasi di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Berdasarkan data, pada triwulan I, koperasi memiliki peran strategis dengan tumbuh 60 persen. Saat ini koperasi di Jawa Timur memiliki 28.898 koperasi aktif, jumlah terbesar di Indonesia. 

Khofifah juga menyatakan dukungan penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dari pemerintah pusat. Program ini dirancang untuk mendekatkan koperasi kepada masyarakat.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Kembali Kirim 64,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Hingga saat ini terbentuk 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jatim. Akhir Juni 2026, sebanyak 1.094 koperasi telah beroperasi dengan dukungan 1.382 gerai, meliputi penyediaan sembako, kefarmasian, klinik kesehatan, logistik, pergudangan, hingga simpan pinjam dengan total transaksi tercatat di Simkopdes mencapai Rp70 miliar.

"Yang terpenting adalah bagaimana menggerakkan perekonomian masyarakat dari bawah ke atas. Jangan hanya di atas tapi tidak tembus ke bawah. Sektor informal kita adalah penyumbang terbesar dalam PDRB," tegasnya. 

Menkop Ferry Juliantono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh, insan dan pimpinan daerah yang dinilai berhasil membawa koperasi terus tumbuh dan beradaptasi.

 Penganugerahan ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus membagikan praktik-praktik baik (best practices) bagi perkembangan koperasi lain di Indonesia. 

"Di momen ini kami mengajak seluruh hadirin untuk meneladani semangat kemitraan yaitu yang kuat membantu yang lemah, dan yang besar memperkuat yang kecil. Agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat," tutupnya. (*)