KETIK, GRESIK – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026-2027 di Jawa Timur menghadirkan sejumlah perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai pembaruan untuk memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan lebih tertib, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung proses pengambilan PIN, verifikasi, dan validasi data SPMB di SMK Negeri 1 Cerme dan SMA Negeri 1 Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu, 3 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perbaikan layanan yang telah disiapkan Dinas Pendidikan Jawa Timur berjalan optimal sehingga proses verifikasi dan pengambilan PIN berlangsung lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain penyesuaian jalur penerimaan, SPMB tahun ini juga mulai menerapkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari komponen penilaian seleksi. Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menghadirkan dashboard monitoring secara real time guna meningkatkan transparansi selama proses penerimaan berlangsung.
Baca Juga:
Terima Kasih Bu Khofifah! Sebanyak 79.086 Murid Dapat Beasiswa Masuk 2.106 SMA/SMK Swasta se-JatimKhofifah mengatakan sistem yang diterapkan tahun ini memberikan kepastian waktu layanan kepada calon peserta didik sehingga antrean panjang dapat diminimalkan.
“Secara sistem, calon siswa sudah bisa terkonfirmasi bahwa mereka bisa melakukan verifikasi pendaftaran di hari apa dan jam berapa, sehingga mereka sudah bisa menghitung estimasi waktunya. Jadi enggak ada nunggu lama-lama gitu,” ujarnya.
Menurut Khofifah, masa pelaksanaan SPMB tahun ini juga lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya waktu pelayanan relatif singkat, tahun ini proses berlangsung mulai 29 Mei hingga 9 Juni 2026.
Dengan sistem penjadwalan yang lebih terstruktur, calon peserta didik dapat datang sesuai jadwal yang telah ditentukan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif.
Baca Juga:
Alhamdulillah Tidak Antre Panjang! Gubernur Khofifah Tiinjau Verifikasi SPMB SMA Kompleks di Surabaya, Pastikan Tertib dan TransparanDari hasil pemantauan di sejumlah sekolah, Khofifah mengaku tidak menemukan penumpukan antrean saat proses verifikasi identitas berlangsung.
“Pihak sekolah sudah menentukan waktu pendaftaran sehingga layanan verifikasi lebih teratur,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB, SMA Negeri 1 Cerme dan SMK Negeri 1 Cerme menyiapkan masing-masing 10 operator yang bertugas melayani proses verifikasi dan validasi data calon peserta didik.
“Mekanisme ini saya rasa adalah ikhtiar bagaimana memberikan kepastian kepada para calon siswa yang sedang mendaftar di sekolah-sekolah yang diharapkan untuk bisa memberikan proses pembelajaran terbaik bagi mereka,” tambah Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan seluruh tahapan SPMB terus dipantau secara intensif oleh pemerintah provinsi.
“Mulai dari proses pengambilan PIN, verifikasi, validasi sampai nanti pendaftaran mulai dari tahap satu sampai dengan empat. Jadi memang ini adalah bagian dari proses yang harus kami pastikan berjalan baik,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, hingga saat ini sebanyak 91 ribu calon peserta didik telah melakukan pengambilan PIN untuk mengikuti SPMB tahun ajaran 2026-2027.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dinas Pendidikan juga menambah kuota layanan harian serta membuka pelayanan pada akhir pekan dan hari libur.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, menambahkan terdapat 12 SMA Negeri dan empat SMK Negeri di Kabupaten Gresik yang membuka layanan SPMB tahun ini.
Menurutnya, seluruh proses penerimaan dipantau secara menyeluruh agar berjalan transparan dan berkeadilan bagi seluruh calon peserta didik.
“Kunjungan Ibu Gubernur Jawa Timur di Gresik ini sebuah kebanggaan bagi kami. Ini menjadi bentuk perhatian dalam memastikan pelaksanaan SPMB khususnya di Gresik berjalan transparan,” pungkasnya.(*)